Di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa ta;ala berfirman, “Berbuatlah baik. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah:195)
Menyambung tali silaturahim atau silaturrahmi adalah sebuah anjuran yang amat mulia dalam agama kita. Tentu saja, manfaat yang akan didapatkan darinya amat besar.
“Ketika Allah selesai menciptakan makhluk-Nya, rahim berdiri lalu berkata, ‘Hamba berdiri memohon perlindungan agar tidak sampai diputus.’ Kemudian Allah berfirman, {Baik. Apakah engkau ridha Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan Aku memutus orang yang memutusmu?} Rahim berkata, ‘Hamba ridha.’ Allah berfirman, (Maka, itu menjadi hakmu).
Kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bacalah jika kalian mau: {Apakah jika kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutus tali rahim (hubungan kekeluargaan). Mereka itulah orang-orang yang Allah laknat, lalu Allah tulikan (pendengarannya) dan Allah butakan penglihatannya.}” (QS. Muhammad: 22-23) (HR. Al-Bukhari Muslim).
Di banyak hadist pun, Nabi ﷺ berpesan: Menyambung tali rahim berpotensi mendatangkan keuntungan bagi pelakunya. Rasul bersabda, “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (panjang umur), hendaknya ia menyambung tali rahimnya.” (HR. Al-Bukhari).