Lelaki saleh itu bisa anda temukan di sudut-sudut Masjid. Ia bangun lebih awal saat subuh menanti. Dari sanalah ia terlihat mengaji sambil tadabur al-Qur’an. Dari mulutnya yang harum terdengar ayat-ayat Allah menggema syahdu
.
Terdengar mengalir secara alami dengan suara merdu. Ia, laki-laki saleh yang menjaga pandangannya, kala wanita cantik hadir di pelupuk matanya. Ia lelaki saleh, sebaik-baik suami yang menjaga hati seorang istri. Tak melukai karena ada rindu yang menanti. Tak mempelototi karena rasa sayangnya tak terbilang. Kepada anak ia mengajarkan segala kebaikan. Ia didik mereka dengan iman dan menjaga kemuliaan mereka dengan takwa
.
Lelaki saleh itu punya visi yang jelas. Siang harinya ia gagah menjalani hari-harinya, bekerja keras tanpa lelah, membasuh pipinya dengan keringat kemuliaan. Telapak kakinya pecah karena disibukkan mencari nafkah.
Malam hari lututnya rubuh di atas sajadah. Matanya mengembun akibat menyesali dosa-dosa. Lisannya tak berhenti menyebut asma, menengadahkan jari jemari meminta kebaikan dunia dan akhirat
.
Lelaki saleh itu tak banyak kata-kata. Sebuah kata yang digunakannya sebagai senjata penakluk hati wanita. Lelaki saleh itu cukup berdoa. Dipertemukan dengan sosok bidadari surga pelipur lara
.
Ia seorang lelaki. Lisannya bagai Lukman al Hakim, bijak menasehati namun tegas dalam menyikapi. Kepada yang lebih tua ia menghormati, kepada yang muda ia menyayangi dan kepada sebaya ia mencintai. Kepergiannya ditangisi, kedatangannya dirindukan. Ia punya karisma yang begitu unik. Santun bertutur kata kepada sesiapa saja
.
Saat kakinya berpijak ditanah yang tandus, ia basahi tanah itu dengan akhlaknya. Saat tanah itu subur ia pelihara dengan cinta. Ia, lelaki yang teramat istimewa. Saleh dan berkarisma.
Lelaki saleh itu bisa anda temukan di sudut-sudut Masjid. Ia bangun lebih awal saat subuh menanti. Dari sanalah ia terlihat mengaji sambil tadabur al-Qur’an. Dari mulutnya yang harum terdengar ayat-ayat Allah menggema syahdu
.
Terdengar mengalir secara alami dengan suara merdu. Ia, laki-laki saleh yang menjaga pandangannya, kala wanita cantik hadir di pelupuk matanya. Ia lelaki saleh, sebaik-baik suami yang menjaga hati seorang istri. Tak melukai karena ada rindu yang menanti. Tak mempelototi karena rasa sayangnya tak terbilang. Kepada anak ia mengajarkan segala kebaikan. Ia didik mereka dengan iman dan menjaga kemuliaan mereka dengan takwa
.
Lelaki saleh itu punya visi yang jelas. Siang harinya ia gagah menjalani hari-harinya, bekerja keras tanpa lelah, membasuh pipinya dengan keringat kemuliaan. Telapak kakinya pecah karena disibukkan mencari nafkah.
Malam hari lututnya rubuh di atas sajadah. Matanya mengembun akibat menyesali dosa-dosa. Lisannya tak berhenti menyebut asma, menengadahkan jari jemari meminta kebaikan dunia dan akhirat
.
Lelaki saleh itu tak banyak kata-kata. Sebuah kata yang digunakannya sebagai senjata penakluk hati wanita. Lelaki saleh itu cukup berdoa. Dipertemukan dengan sosok bidadari surga pelipur lara
.
Ia seorang lelaki. Lisannya bagai Lukman al Hakim, bijak menasehati namun tegas dalam menyikapi. Kepada yang lebih tua ia menghormati, kepada yang muda ia menyayangi dan kepada sebaya ia mencintai. Kepergiannya ditangisi, kedatangannya dirindukan. Ia punya karisma yang begitu unik. Santun bertutur kata kepada sesiapa saja
.
Saat kakinya berpijak ditanah yang tandus, ia basahi tanah itu dengan akhlaknya. Saat tanah itu subur ia pelihara dengan cinta. Ia, lelaki yang teramat istimewa. Saleh dan berkarisma.
Bagikan ke media sosial Anda:
Terkait