Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menasihati: jika kita dapati ulama atau siapa saja melakukan kesalahan, maka hendaknya divalidasi. Hubungi yang bersangkutan untuk mendapatkan penjelasan. Bisa jadi, sesuatu tampak salah karena kita tak memahaminya secara tepat. Maka, menjaga lisan akan membuat kita selamat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim itu cermin saudaranya.” (HR. Bukhari). Seseorang muslim yang mau bercermin, saat mendapati di wajahnya ada debu maka ia bisa langsung membersihkannya. Sama halnya ketika kita mendapatkan saudara yang berdosa, jangan dicaci apalagi dihinakan, tetap dinasehati, sebagaimana kita ingin diperlakukan
Hari ini, begitu mudah kita jumpai orang membuka aibnya sendiri tanpa dia sadari. Dia telanjangi isi hati dengan ke sana kemari menyebar provokasi, yang menyebabkan sesama saudara saling membenci. Gara-gara dia banyak manusia yang bersitegang, banyak orang saling tuduh menuduh, saling ghibah, saling provokasi
Menasihati saudara itu ada ilmunya. Bukan sekadar berdasarkan praduga dan kira-kira. Apalagi, asal labrak dan cuma ikut-ikutan belaka.
Hanya karena teman sekitar melakukannya. Padahal, Allah peringatkan agar tidak ikut-ikutan sesuatu yang kita tak mengetahui hakikatnya. Sebab, pendengaran, penglihatan, dan hati nurani semua itu kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. (QS. Al-Isra’:36)