Memang benar, korban bisa jadi tidak mampu membalasnya di dunia. Mereka tidak bisa membalas dikarenakan ketidakmampuan dan kesungkanan mereka pada kita. Namun, ingat, tak ada kezaliman di dunia ini yang luput dari perhatian Allah Subhanahu wa ta’ala
“Janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak karena melihat siksa. (QS. Ibrahim: 42).
Kedzaliman sering kita lupakan, padahal Allah selalu menghitungnya. Ibarat CCTV, kezaliman akan terpantau jelas, tanpa ada jeda dan celah sama sekali
Beliau ﷺ bersabda,
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”
Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di tengah-tengah kita adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta.”
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,
“Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat nanti dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, (namun) ia telah menghina si A, menuduh berzina si B, memakan harta si C, menumpahkan darah si D, dan memukul si E. Maka si A diberi pahala kebaikannya dan si B, si C… diberi pahala kebaikannya. Apabila amal kebaikannya habis sebelum terbayar (semua) kedzalimannya, dosa-dosa mereka yang dizalimi itu diambil lalu dilemparkan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim 2581)