Hati-Hati Berhasad

Sikap dan tabiat kita tidak muncul dari ruang hampa. Ada dinamikanya. Hanya saja, kita suka tidak menyadari, karena memang secara sederhana, manusia sering tak sadar, atau kadang lupa melihat siapa dirinya

Hasad, misalnya. Jika kita perhatikan, secara umum, ia dipicu oleh besarnya keinginan tanpa diiringi kemampuan yang sepadan. Ia lahir dari adanya obsesi duniawi yang tidak menyeimbangkan antara fakta dan mimpi

Ketika mendapati ada orang lain bisa meraih apa yang menjadi obsesi kita, muncul rasa tidak terima. Apalagi, jika orang itu adalah sosok yang selama ini kita pandang sebelah mata. Apalagi sosok yang kita lihat itu adalah yang memang kita benci. Maka mulailah hasad menggerogoti hati, mata kian kisut sebab menyadari diri tak ada apa-apanya

Hindari hasad, karena ia ibarat kayu bakar yang membakar amalan. Ia laksana gemuruh ombak yang menyapu bangunan pasir di tepian pantai, tak ada guna

“Hasad adalah menginginkan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain.” (At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab, hlm. 720)

Tinggalkan komentar

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening