Jangan Silap Aibku

Rasanya sudah lama sekali aku tidak menyapamu. Sampai musim hujan sudah datang lagi, kita masih saja tak saling bicara seperti dulu. Setelah sekian lama kita tidak berjumpa dalam suara yang biasa kita dengar, sekarang tiba-tiba aku datang menyuratimu bicara tentang apa yang sudah lewat.

Tentang masa dimana kita berdua sama-sama merasa enggan. Bagiku, mengingatmu tak elak menciptakan sembilu. Mungkin kau juga sudah tahu apa penyebabnya.

Masih ingatkah kawan, saat-saat indah yang telah kita lewati bersama? Bukankah dahulu kita biasa jalan berdua? Namun dengan sebab dan alasan apa tetingkahmu saat ini perlahan mulai berubah?

Kawan:
Jika aku bersalah, nasehatilah, jangan membicarakanku dari belakang. Karena aku tak mau persahabatan kita perlahan merenggang. Aku tak mau semua itu terjadi dimasa yang akan datang

Bukankah lebih baik kita selesaikan ini dengan jalan musyawarah? Bukankah itu lebih baik jika seperti itu saja?

Aku tahu, kalau manusia memang tak luput dari kesalahan. Bukan ghibah solusinya. Bukan (selagi-lagi) kawan, bukan itu!

Karena membicarakan aibku dari belakang justru membuat hubungan kita semakin memburuk. Tak ada solusi untuk hal itu. Lebih baik kita singkap secara terbuka. Jangan ada dusta diantara kita berdua. Jangan ada marah apalagi caci maki di setiap masa. Aku yakin semuanya akan indah pada waktunya
……………………
“Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha menerima taubat dan Maha pengasih” (QS Al Hujurat: 12)

Tinggalkan komentar

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening