Terkadang ketika kita begitu angkuh dan sangat egois ketika tahu orang lain tengah berbuat salah kepada kita, rasa marah dan tidak terima begitu mudah menggelayuti hati, sehingga kita pun mudah sekali menghakiminya buruk.
Merasa kesal, iya itu memang sangat manusiawi sekali, karena siapapun pasti tidak akan senang bila diperlakukan tidak baik oleh orang lain.
Tidak ada ruginya kita menjadi lunak dengan sifat pemaaf, karena saat kita berusaha memberi maaf maka disitulah kasih sayang Allah akan semakin ditambahkan untuk kita.
Lantas tidak usah kita terlalu merasa kesal kepada dia yang tengah melakukan salah, meski benar kesalahannya cukup membuat hati tidak terima.
Tapi satu hal yang harus kita ingat tatkala kita kesal kepada orang lain, yaitu ingatlah dengan bijaksana sisi baiknya, sebab setiap manusia bisa lalai dan lupa diri, maka maklumilah!
Dan jika memang masih saja kita merasa kesal, maka rendahkanlah hati kita dengan terus mengingat kesalahan yang pernah kita lakukan kepada orang lain.
Bukankah selama ini kita juga pernah berbuat salah kepada orang lain, lalu apakah orang lain memaafkan kita? jika kita mengingat iya, maka belajarlah untuk menjadi pemaaf seperti dirinya, agar hidup kita damai tanpa beban di hati sebab rasa marah dan benci.
(Humairoh)
…………………….
Saat kesal pada seseorang, ingatlah sisi baiknya. Setiap manusia bisa lalai dan lupa diri, maafkanlah!