Siapapun kamu saat ini, sehebat apapun pangkatmu, setinggi apapun gelarmu, sebagus apapun prestasimu, sebaik apapun pekerjaanmu, dan sesukses apapun hidupmu, selalu pandailah menerima nasehat orang lain
Jika orang memberikan nasehatnya kepada kita, itu bukan berarti kita telah menjadi hina. Tapi itu tanda, bahwa Allah masih ingin kita menjadi lebih baik lagi. Dan ketika orang lain menyampaikan pendapatnya soal kita, itu artinya mereka peduli, bukan benci
Jangan sampai mencibir ataupun membenci saat orang lain menasehatimu akan kebaikan, apalagi selalu mencari pembenaran dengan keegoisan yang menyanding. Sebab jika hal itu kamu lakukan maka sampai kapanpun dirimu akan jauh dari kebenaran, dan kamu akan lupa caranya dalam memperbaiki diri
Sabar sekaligus bersyukurlah saat masih banyak yang mau menegurmu. Memberimu pandangan, disaat kamu tenggelam dalam hura-hura kenikmatan dunia. Mereka datang untuk menyadarkanmu, bahwa yang terjadi padamu saat ini keliru dan jalannya sedikit menyimpan
Mereka datang untuk memperbaiki rel hidupmu. Maka jangan marah yah dengan siapapun mereka yang mencoba menjadi penegurmu. Dan sikap mereka yang seperti itu bukan karena mereka sok bijak dan sok benar sendiri, tetapi karena mereka peduli padamu, sehingga merekapun tak mau melihat dirimu terjerumus pada kesalahan yang sama dalam waktu yang terus menerus.
“Manusia yang berakal adalah manusia yang suka menerima dan meminta nasehat” (Umar bin Khattab Rhadiyallahu ‘anhu)