Belajar dari Sejarah, Ini Kunci Kemenangan Kaum Muslimin Lawan Yahudi 

Kalau kita membaca sejarah, kaum Yahudi punya cerita pengkhianatan dan ini diabadikan dalam al-Qur’an. Mulai dari Bani Israil yang melakukan tipu daya terhadap Nabi Yusuf juga Nabi Ya’kub. Kemudian kisah Nabi Musa juga Nabi ‘Isa. 

Begitupula Rasulullah di Madinah juga bertemu Yahudi yang wataknya sama dalam sejarah, melakukan pengkhianatan. Kita bisa membaca sejarah dalam peristiwa Bi’ir Ma’unah, ar-Raji’ dan pengusiran Bani Nadhir. 

Ketika Nabi datang meminta tebusan atas peritistiwa Bi’ir Maunah, mereka sempat merencakan percobaan ingin membunuh Nabi. Tetapi Rasulullah diberitahu oleh malaikat Jibril sehingga memutar balik arah dan tidak jadi masuk ke bentengnya. Jika kaum muslimin menunjukkan kelemahannya, mereka sangat berani membuat kerusakan.

Dalam Al-Qur’an Surah al-Hasyr bercerita tentang pengusiran kaum Yahudi Bani Nadhir. Dalam Surah ini ada beberapa kunci kemenangan kaum muslimin melawan Yahudi.

Pertolongan dan Kemenangan Hanya Datang dari Allah Azza wa Jalla

هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لأوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا

Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar …” (QS. Al-Hasyr: 2). Rasulullah dan sahabatnya saat itu tidak pernah menyangka bahwa Yahudi akan keluar dari Madinah. Sementara Yahudi sangat yakin dengan benteng pertahanan yang kuat lagi berlapis.

وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ 

“ …. dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; …” Mereka juga menguasai dari sisi ekonomi; punya kebun kurma, bahkan punya industri senjata. Hari ini kita bisa menyaksikan bagaimana mereka mencitrakan punya sistem pertahanan yang sangat kuat, menguasasi media juga teknologi, tetapi dengan mudah bisa ditembus oleh pasukan hamas atas izin Allah. 

فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا 

“Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka…”. Kemenangan dan pertolongan hanya datang jika kaum muslimin dekat dengan Allah Azza wa Jalla.

وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ

“ …Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka;…”. Sumber kelemahan datang dari dalam diri mereka sendiri, Allah melemparkan ketakutan dari arah yang tidak pernah ditakar. Memberikan rasa takut atau menakut-nakuti juga merupakan cara orang beriman melawan Yahudi. Karena dipenuhi rasa ketakutan inilah membuat mereka selalu bersembunyi dibalik benteng yang kokoh. 

Akhirnya mereka kalah dan Rasulullah hanya memberi waktu 10 hari untuk segera meninggalkan perkampungan atau akan diberi hukuman. Hanya dibolehkan membawa barang apa saja yang bisa dibawa oleh unta dan tidak boleh membawa senjata. Inilah puncak kekalahan, “…mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin…”.

Bangun Ukhuwah Eratkan Persatuan

Sunnatulah sejarah, bangsa yang kuat adalah bangsa yang punya persatuan. Bersatu dalam jama’ah dan tidak berpecah belah. Jangan sampai energi kita hanya habis bertikai dan hanya fokus pada diri urusan sendiri sementara tidak punya kesempatan lagi untuk bersatu. 

Sebelum membangun negara di Madinah, Rasulullah pertama-tama membangun Masjid sebagai pusat peradaban. Lalu membangun institusi sosial; ukhuwah diantara Muhajirin dengan Anshar dan sebelumnya antara ‘Aus dengan Khazraj. Membangun ukhuwah dan persatuan sangat penting dalam proyek peradaban.

Kalau kita masih punya perhatian terhadap urusan kaum muslimin, ini menjadi pertanda ukhuwah masih kuat. Kalau ada saudara kita sedang berjuang membela hak-haknya, apalagi membela agama Allah seharusnya juga kita mendukung. Bukan justru memecah belah tetapi saatnya bersatu kalau ingin menjadi pemenang dalam peradaban.

Jangan Cinta Dunia

Ketika Rasulullah baru saja mendapatkan harta fa’i, sahabat Muhajrin dan Anshar dikumpulkan. “Wahai sahabat Anshar, menurut kalian, bagaimana kalau harta fa’i ini saya bagikan pada kalian Muhajrin dan Anshar. Atau harta fa’i ini hanya dibagikan pada sahabat Muhajrin” saran Nabi. Pilihannya dibagi bersama atau jika harta fa’i ini hanya diberikan kepada Muhajirin, maka setelah ini tidak perlu lagi mereka dibantu oleh sahabat Anshar karena hartanya sudah cukup.

“Wahai Rasulullah, bagikan saja harta fa’i ini khusus kepada kaum Muhajrin dan silakan ambil harta kami yang kamu mau” jawab kaum Anshar yang lebih mendahulukan saudaranya. “… dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.” (QS. Al-Hasyr: 9).

Hanya generasi seperti inilah yang bisa mengalahkan Yahudi. Generasi yang siap berkorban dengan hartanya dan siap meninggalkan hartanya demi Allah dan RasulNya. Bukan generasi yang masih saling rebutan jabatan, pangkat dan harta. Sangat berambisi pada materi dan cinta dunia merupakan sumber kekalahan.  

Disadari atau tidak, media sosial hari ini mengarahkan manusia pada konsep kehidupan materialisme. Memamerkan harta kekayaan, kemewahan, yang intinya kehidupan hanya untuk bersenang-senang. Tentu ini sangat bertentangan dengan life mindset Qur’an. 

Didik Generasi Menjadi Pejuang

Bangsa Palestina saat ini sedang dididik oleh Allah Azza wa Jalla untuk menjadi bangsa kuat. Dan beginilah seharusnya pendidikan Islam, mendidik dan menyiapkan generasi pejuang yang siap membela agama Allah. 

Fenomena munculnya Abu Ubaidah merupakan pelajaran penting bagaimana menyiapkan generasi pejuang sejak waktu. Perubahan tidak berarti hanya berharap dan mengandalkan orang lain, tetapi memulai dari diri sendiri dengan menyiapkan generasi.

“…. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai wawasan.” (QS. Al-Hasyr: 2). 

Ini menjadi pelajaran berharga dari sejarah, jika kaum muslimin ingin menang maka kuncinya, pertolongan hanya datang Allah Azza wa Jalla. Semakin dekat dengan Allah semakin dekat pula pertolonganNya. Sebaliknya, selama kita jauh dari Allah, jauh dari Al-Qur’an, lalu dengan apa kita bisa kuat meraih kemenangan.

Baca juga: Refleksi Umat dan Bangsa dari Palestina

Yuk gabung di grup WhatsApp Sahabat Inspirasi

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening