Bulan januari 2023 berita mengenai kasus pelecehan dan pemerkosaan terus mewarnai media. Salah satu diantaranya yaitu ratusan siswi SMP dan SMA di Ponorogo Jawa Timur yang mengajukan dispensasi nikah ke pengadilan agama setempat. Nauzubillah. Adanya berita viral ini tentunya menjadi perhatian khusus serta kewaspadaan tingkat tinggi agar orangtua lebih menjaga anaknya.
Dispensasi nikah diperbolehkan menurut agama dan negara. Tapi ini bukan soal boleh tidaknya dispensasi nikah. Melainkan penyebab dibalik remaja meminta dispensasi nikah mayoritas karena hamil diluar nikah. Dimana para orangtua harus mengetahui akibat pernikahan saat hamil diluar nikah yaitu tidak sahnya pernikahan. Artinya bahwa mereka akan terus melakukan zina.
Bagaimana dampak zina? Zina menyebabkan sang anak tidak mendapatkan nasab dari ayahnya. Semisal; jika kelak anaknya menikah, maka ayahnya tidak berhak menjadi wali nikahnya. Jika sang ayah tetap menjadi wali nikah, maka pernikahan sang anak tidak sah yang berarti bahwa pernikahan itu tidak menghalalkan apapun. Maka zina itu akan selalu berada dalam siklus keluarga itu. Karenanya sangat penting bagi orangtua memahami bagaimana agama islam mengatur kehidupan. Dimana sebuah keluarga menjadikan islam sebagai pola pengasuhan generasi.
Hari ini kita menyaksikan Generasi muda dalam jeratan kapitalisme liberal. Bukan kapitalisme namanya kalau tidak merusak. Ya, karena memang ideologi ini diciptakan untuk meratakan kerusakan dimuka bumi. Mengapa?
Pertama, dengan asas sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) jelas telah menuntut manusia agar menjauhkan agama dari pengaturan kehidupan. Agama justru dianggap sebagai racun yang menghambat kemajuan manusia. Walhasil, generasi yang tumbuh dalam sistem kapitalisme menjadi generasi yang gampang ingkar kepada Allah, dan tidak takut lagi akan murkanya.
Kedua, paham liberalisme (kebebasan) dan permisifme (serba boleh) yang dipuja dalam sistem kapitalis otomatis mendorong manusia untuk berbuat sekehendaknya. Tak ada lagi standar hidup seperti halal-haram, benar-salah, pahala-siksa, surga-neraka, imam-kafir, terpuji-tercela, seperti yang dipandu oleh agama. Sehingga tak mengherankan jika generasi yang hidup dalam kubangan sistem ini banyak yang terperosok ke dalam berbagai jurang kemaksiatan. Maksiat berujung aborsi, kecanduan miras dan narkoba seolah telah menjadi hal biasa. Viral karena gaya-gayaan tidak jelas via tik tok hingga membuat tenar adalah hal yang kini menjadi wajar. Gaul bebas semakin meluas dan lain-lainnya.
Ketiga, perilaku hedonisme (berhura-hura) yang ditumbuh-suburkan oleh kapitalisme telah menghipnotis manusia, termasuk remaja untuk berlomba menikmati kemewahan dan kesenangan duniawi semata. Terlena dan lupa dengan negeri akhirat. Sehingga tak perlu heran, jika hari ini banyak ditemukan semakin banyak generasi muda yang gemar mengumbar syahwat dan suka berfoya-foya dan sementara kegiatan yang bernuansa agama seperti rohis bagai jamur di padang pasir, sepi peminatnya.
Keempat, kapitalisme menyuguhkan materi sebagai sumbervkebahagiaan dan kesuksesan. Tak pelak lagi, manusia terinspirasi untuk mengejar materi dimanapun mereka pergi. Begitu pula generasi yang dibesarkan dalam sistem kapitalis tentu juga berlomba mengejar materi. Standar terpuji tercela, halal haram, seolah tak mereka pedulikan lagi. Standar hidup hari ini bukan lagi halal-haran, melainkan asas manfaat. Suka sama suka boleh zina, ada hak asasi yang mengatur disana. Nauzubillah
Islamic parenting adalah pengasuhan anak dalam proses tumbuh kembangnya sesuai ajaran Islam. Penanaman nilai-nilai Islam berdasarka Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Pengasuhan anak dilakukan sesuai tuntunan agama Islam yang bertujuan memberikan kebaikan dunia dan akhirat melalui penjelasan terkait aspek-aspek pendidikan yang baik. Islamic parenting adalah pengasuhan yang berpusat pada tauhid. Dimana konsep tauhid dijadikan dasar pembinaan masyarakat.
Kecenderungan seksual anak dalam Islam diatur terkait perintah dan laranganya. Hal tersebut dilakukan agar kecenderungan seksual anak menjadi terarah, sehingga anak menjadi pribadi yang proporsional dan suci tanpa penyelewangan, serta bersih tanpa ada sesuatu yang mencemarinya. Inilah mengapa sangatlah penting mengajarkan tauhid kepada anak sedari kecil.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan kaidah-kaidah dalam mengarahkan kecenderungan seksual anak agar diikuti orangtua untuk menjaga anak dari penyelewengan seksual, diantaranya;
Melatih Anak Meminta Izin ketika Masuk Kamar Orangtua
Islam mengajarkan adab memasuki kamar orang tua dengan metode yang mendidik dan bertahap, yaitu meminta izin pada tiga waktu yang sangat penting yang meliputi waktu sebelum shalat fajar, waktu tengah siang hari ketika tidur siang dan waktu setelah isya.
Membiasakan Anak Menundukan Pandangan dan Menutup Aurat
Islam mewajibkan orang tua untuk meluruskan perilaku seksual anak melalui pengawasan terus-menerus dan pendidikan mengenai seksual. Salah satu ajaran Islam untuk meluruskan perilaku seksual yaitu dengan mengajarkan menundukan pandangan.
Memisahkan Tempat Tidur Anak
Anak laki-laki dan perempuan sebaiknya tidur berpisah, terutama ketika mereka sudah berusia remaja. Kemungkinan aurat mereka dapat terbuka sewaktu-waktu ketika tidur tanpa mereka sadari, dan dapat terlihat satu sama lain. Hal tersebut dapat menimbulkan rangsangan seksual, bahkan sangat mungkin saling mempermainkan alat kelaminya manakala terlihat, meskipun awalnya hanya bercanda.
Menjauhkan Anak dari Ikhtilat Bersama Lawan Jenis
Ikhtilat merupakan berbaurnya antara kaum laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.Pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan dapat menimbulkan bencana moral, iman, dan tatanan sosial kemasyarakatan.
Menjelaskan Perbedaan Jenis Kelamin dan Bahaya Zina ketika Anak Mendekati Baligh
Mendidik anak mengenai seksual mendekati usia baligh adalah sesuatu yang sangat penting. Hal tersebut dilakukan untuk membantu anak mempersiapkan diri terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya ketika memasuki usia remaja. Salah satu cara terbaik mendidik anak agar menjaga kesucian yaitu dengan mengingatkan untuk menjauhi zina. Islam juga mengajarkan agar manusia menjauhi perbuatan zina.
Anak merupakan investasi akhirat, harta yang paling berharga karena kelak akan dipertanggungjawabkan. Maka sebagai orangtua, sangatlah penting untuk terus belajar menjadi orangtua teladan dalam islam dan senantiasa mengawasi, menjaga anak-anak kita dari perilaku menyimpang, serta kemaksiatan yang akan mendatangkan murka-Nya.
Oleh: Dian Rahmana Putri
Yuk gabung di grup WhatsApp Sahabat Inspirasi