Wiz.or.id, Parigi Moutong — Di antara puluhan siswa yang mengikuti acara penamatan SDIT Al-Ihsan Parigi, Sabtu (30/5), ada satu kisah yang mampu menghangatkan hati siapa saja yang mendengarnya. Kisah itu datang dari seorang siswi yatim dhuafa bernama Jingga Juniyanti (12), asal Desa Pombalowo, Kecamatan Parigi.
Enam tahun lalu, ayahnya memiliki satu harapan besar untuk putri tercintanya, menjadi penghafal Al-Qur’an. Namun harapan itu terasa begitu berat untuk diwujudkan. Sang ayah mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja yang membuatnya tidak lagi mampu bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga seperti sebelumnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, secercah harapan hadir melalui Program Beasiswa Yatim Dhuafa Penghafal Al-Qur’an LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ). Dengan penuh keyakinan, sang ayah menitipkan mimpi putrinya melalui program tersebut, berharap suatu hari Jingga dapat tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Waktu terus berjalan. Ujian demi ujian harus dilalui keluarga kecil itu. Tiga tahun lalu, sang ayah berpulang ke rahmatullah, meninggalkan Jingga dan ibunya. Sejak saat itu, perjalanan menggapai cita-cita harus dilanjutkan tanpa sosok yang pertama kali menanamkan mimpi tersebut.
Namun, mimpi yang dititipkan sang ayah tidak pernah padam.
Sabtu (30/5) kemarin, Gedung Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong menjadi saksi atas buah perjuangan itu. Bersama 44 siswa-siswi lainnya, Jingga berdiri sebagai peserta penamatan SDIT Al-Ihsan Parigi. Dengan hafalan Al-Qur’an yang telah ia raih, Jingga membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.
Di hari yang membahagiakan itu, hanya sang ibu yang mendampingi langkahnya. Kursi yang seharusnya ditempati ayahnya memang telah lama kosong. Namun sejatinya, sosok ayah tetap hadir dalam setiap keberhasilan yang diraih Jingga hari ini.
Meski tak sempat menyaksikan secara langsung, mimpi yang pernah dititipkannya enam tahun lalu akhirnya terwujud.
Kisah Jingga menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para sahabat dermawan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan anak-anak yatim dan dhuafa. Dukungan yang diberikan bukan hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga menjaga mimpi-mimpi mereka tetap hidup hingga menjadi kenyataan.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang senantiasa membersamai program-program LAZNAS WIZ. Semoga setiap doa, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, sebagaimana senyum haru seorang anak yatim yang berhasil menunaikan mimpi ayahnya.
Semoga kisah Jingga menjadi pengingat bahwa terkadang, satu donasi yang kita berikan hari ini dapat menjadi jembatan lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an di masa depan.[]
Luaskan manfaat sedekah Anda!