Wiz.or.id, Makassar — Ada suara riuh rendah hafalan Al-Qur’an yang berhembus dari balik jendela asrama sederhana. Di bilik-bilik itu, para santri mendedikasikan hari-hari mereka untuk merajut ayat demi ayat suci. Namun di balik ikhtiar besar tersebut, urusan dapur pondok pesantren terkadang menyimpan cerita perjuangannya sendiri.
Sepanjang Juli 2026, langkah para relawan bergerak mantap menembus jalanan Makassar, merangsek ke Takalar, hingga menyusur sudut-sudut Kabupaten Gowa. Tujuannya satu: memastikan lumbung pangan di sejumlah pondok pesantren dan rumah Al-Qur’an kembali terisi melalui Program Sedekah Beras Santri.
Bagi para santri, karung-karung beras yang datang bukan sekadar logistik bulanan. Ini adalah energi penggerak agar mereka bisa duduk tenang menghafal kitab suci tanpa harus cemas memikirkan dari mana pasokan makan esok hari akan tersaji. Setiap butir nasi yang tersaji di piring mereka menjadi bahan bakar utama dalam menegakkan ilmu di jalan Allah.
Fasilitator program WIZ, Azhari Asaf, mengungkapkan bahwa kebahagiaan terbesar dari penyaluran ini adalah melihat langsung pancaran syukur dan ketenangan dari para pengurus maupun santri di lapangan.
“Kebahagiaan yang terpancar dari para santri dan pengurus pondok menjadi pengingat bahwa setiap butir beras yang diberikan membawa manfaat yang besar bagi perjuangan mereka,” ujar Azhari dengan penuh kehangatan.
Amanah dari para donatur dan muhsinin kini telah tuntas tersampaikan. Dari balik bilik-bilik pesantren di tiga kabupaten tersebut, doa-doa tulus mengalir deras membasahi langit—memohonkan keberkahan rezeki, kesehatan, dan ganjaran berlipat ganda bagi setiap tangan baik yang telah ikut serta merawat asa para penjaga Al-Qur’an.
Luaskan manfaat sedekah Anda!