Ketika Satu Kitab Harus Dibagi Bersama: Perjuangan Mengaji Anak-Anak Pante Baro Pasca-Banjir Bireuen

Wiz.or.id, Bireuen — Di sebuah sudut Desa Pante Baro, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, denyut semangat belajar mengaji menolak padam meskipun jejak-jejak ujian berat sempat menghantam. Pada Kamis, 30 Juli 2026, suasana di TPA setempat mendadak dipenuhi keharuan tatkala Relawan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) hadir membawa lembaran-lembaran asa melalui program Tebar Al-Qur’an Nusantara.

Banjir besar yang menerjang wilayah tersebut pada November 2025 meninggalkan luka yang mendalam bagi anak-anak pengajian. Air bah tak hanya merendam pemukiman, melainkan melumat dan merusak mushaf Al-Qur’an serta buku Iqra’ milik para santri hingga tak lagi layak baca. Sejak saat itu, keterbatasan menjadi pemandangan sehari-hari; anak-anak harus rela saling bergantian menggunakan satu-dua kitab suci yang tersisa demi bisa melafalkan ayat-ayat suci.

Namun, keteguhan hati para santri cilik ini akhirnya terbayar lunas. Ketika Relawan WIZ membagikan mushaf Al-Qur’an baru secara langsung di tengah sesi mengaji, rona kebahagiaan dan senyum tulus merekah dari wajah mereka.

“Raut bahagia dan senyum yang terpancar dari wajah anak-anak menjadi gambaran bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian sebuah mushaf, tetapi juga menghadirkan kembali semangat mereka untuk belajar dan berinteraksi dengan Kalamullah,” ungkap relawan di lokasi kegiatan.

Kehadiran mushaf baru ini bukan sekadar hadiah fisik, melainkan bahan bakar baru bagi semangat anak-anak Pante Baro untuk kembali menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an tanpa harus saling menunggu. Di balik setiap huruf yang nantinya dilantunkan dari mushaf-mushaf tersebut, terselip doa dan harapan besar agar menjadi amal jariyah yang tak terputus bagi para donatur yang telah mengulurkan tangan.

Luaskan manfaat sedekah Anda!

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening