Wiz.or.id, Nagekeo— Penanganan tanggap darurat bencana gempa di Kabupaten Nagekeo terus bergerak cepat dan terorganisasi. Berpusat di Posko Masjid Agung Baiturrahman, Kelurahan Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Nusa Tenggara Timur, lembaga amil zakat nasional Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama Wahdah Peduli resmi mengoperasikan Dapur Umum sekaligus merespons cepat daftar kebutuhan pokok ratusan penyintas bencana.
Sejak Selasa, 18 Agustus 2026, relawan bergerak menyalurkan sebanyak 30 paket sembako yang berisi beras, telur, daging ayam, mi instan, dan minyak goreng ke titik-titik pengungsian di wilayah Mbay 1. Pembagian bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan setiap dapur pengungsian serta kelompok tenda yang masing-masing dihuni oleh 4 hingga 6 Kepala Keluarga (KK).
Langkah penanganan berlanjut pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026. Sejak fajar menyingsing, aktivitas Dapur Umum Peduli Gempa Flores yang didirikan WIZ dan Wahdah Peduli di halaman Masjid Agung Baiturrahman Mbay tampak riuh dan hangat. Tim relawan bersama warga bahu-membahu memasak dan menyiapkan ratusan porsi makanan siap saji berupa nasi hangat, mi goreng, dan telur dadar untuk memenuhi kebutuhan sarapan pagi para pengungsi.
“Hari ini, Rabu 19 Agustus, kami bersama para penghuni posko dapur umum Peduli Gempa Flores sedang melakukan aktivitas menyiapkan sarapan pagi untuk saudara-saudara kita yang berada di pengungsian,” ujar relawan WIZ dan Wahdah Peduli, Ahmad bin Suhardi, saat mendokumentasikan suasana gotong royong di dapur umum.
Ahmad bin Suhardi menambahkan bahwa pemenuhan asupan gizi serta kebutuhan mendesak anak-anak dan warga lansia menjadi prioritas utama timnya saat ini.
“Bisa kita lihat bersama, adik-adik kita yang sedang tertidur di tenda darurat ini sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari teman-teman sekalian. Kami berikhtiar agar kebutuhan dasar seluruh pengungsi dapat terpenuhi dengan baik setiap harinya,” tuturnya penuh rasa empati.
Operasional posko dan dapur umum ini berjalan terstruktur di bawah koordinasi para penanggung jawab lapangan. Siti Hajar Daeng memimpin operasional dapur umum, Nurcholis mengelola alur logistik, Ka Jamal bertugas pada pendataan kebutuhan dan arus keluar-masuk orang, Om Babas beserta tim mengeksekusi lapangan distribusi, serta Ami Fariz menyisir langsung kondisi warga melalui penelusuran survei.
Berdasarkan pendataan Posko Masjid Agung Baiturrahman per 18 Agustus 2026, tercatat sebanyak 27 jiwa penyintas dari wilayah Maropokot – Nader yang berlindung di area ini. Pengungsi terdiri dari 15 warga laki-laki—mulai dari balita seperti Adnan (2) dan Tamfir (2), anak-anak, hingga warga senior seperti Nurjaya (54)—serta 12 warga perempuan, di antaranya balita Arsila (3) hingga Agustina (52).
Dari hasil penyisiran tim survei di 10 titik tenda darurat, para pengungsi masih sangat membutuhkan pasokan bantuan mendesak. Kebutuhan utama mencakup penambahan unit tenda darurat, selimut, dan tikar. Selain itu, perlengkapan bayi dan anak seperti minyak telon, bedak bayi, popok berbagai ukuran, pakaian anak, hingga susu formula dan susu pertumbuhan (Laktogen dan Dancow) menjadi prioritas yang mendesak. Kebutuhan spesifik lainnya meliputi perlengkapan sanitasi, pembalut wanita, pakaian dalam dewasa, popok lansia, serta obat-obatan harian seperti balsem, minyak kayu putih, dan obat asam urat.
WIZ dan Wahdah Peduli berkomitmen untuk terus menyamai langkah para penyintas, mendampingi warga terdampak bencana di Nagekeo hingga kondisi pulih kembali.
Luaskan manfaat sedekah Anda!