Wiz.or.id, Makassar — Komitmen dalam menggerakkan roda perekonomian umat kembali diwujudkan melalui kolaborasi nyata. Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Biringkanaya menggelar pertemuan khusus untuk memperkuat kapasitas dan daya saing para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan yang dikemas dalam pertemuan bersama Komunitas Usaha Maslahat ini dilangsungkan di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Jumat (25/9/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Abdul Rahman selaku Kepala KUA Kecamatan Biringkanaya, Muhammad Dwi Aprinandhi dari Bagian Program Pendayagunaan WIZ, jajaran penyuluh agama, serta 7 orang penerima manfaat dari Komunitas Usaha Maslahat.
Dalam arahannya, Kepala KUA Kecamatan Biringkanaya, Abdul Rahman, membakar semangat para pelaku usaha yang hadir. Ia memberikan motivasi agar para pengusaha mikro tidak mudah gentar menghadapi dinamika dan tantangan ekonomi saat ini. Menurutnya, ketekunan, kesabaran, serta mental pembelajar adalah kunci utama agar sebuah usaha bisa bertahan dan terus bertumbuh.
“Jangan mudah menyerah dalam menjalankan usaha. Terus berusaha, belajar, and manfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan usaha,” pesan Abdul Rahman kepada para pelaku UMKM.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Bagian Program Pendayagunaan WIZ, Muhammad Dwi Aprinandhi, menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak boleh sekadar berhenti pada pemberian bantuan modal semata. Penguatan kapasitas SDM, literasi keuangan, strategi pemasaran, dan peningkatan kualitas produk jauh lebih esensial dalam membangun kemandirian jangka panjang.
“Di kondisi seperti ini, kita harus belajar. Jangan hanya mengandalkan bantuan modal, tetapi kemampuan dan pengetahuan juga harus terus ditingkatkan. Karena itu, WIZ menyediakan pelatihan UMKM selama enam bulan bagi para pelaku usaha,” jelas Muhammad Dwi Aprinandhi.
Program pelatihan intensif berdurasi enam bulan ini disiapkan oleh WIZ sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan (mentorship). Melalui program ini, para peserta dibekali ilmu tata kelola bisnis yang aplikatif agar usaha mereka semakin profesional, omzet meningkat, dan perlahan bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri serta berdaya saing.
Pertemuan strategis ini juga mempererat simpul kolaborasi antara lembaga zakat, instansi pemerintah (KUA), para penyuluh agama, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan umat yang komprehensif—tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat secara konkret.


Luaskan manfaat sedekah Anda!