adab-adab di hari jumat

Artikel ini akan membahas adab dan sunnah di hari Jum’at. Tapi, mengapa hari Jum’at dikhususkan?

Hari Jum’at merupakan hari yang paling utama (afdhal) dari semua hari dalam sepekan. Dia adalah hari yang penuh barakah. Allah Ta’ala mengkhususkan hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari ummat-ummat terdahulu.

Pada hari Jumat, muslim laki-laki yang tak berudzur diwajibkan untuk melaksanakan Shalat Jumat secara berjama’ah. Berikut ini beberapa adab yang perlu diperhatikan saat hari Jumat.

Mengamalkan Beberapa Amalan

Disunnahkan bagi orang yang hendak menghadiri shalat Jum’at agar mengamalkan beberapa amalan dalam hadits berikut ini:

Hadits Salman al-Farisi -radhiyallahu’anhu- riwayat al-Bukhari dia mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari Jum’at, lalu bersuci dengan sebaik-baiknya. Setelah itu berminyak rambut atau memakai wangi-wangian dari rumahnya. Kemudian keluar (menuju masjid), tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sunnah semampunya. Lantas diam ketika imam berkhutbah, melainkan diampuni dosanya antara Jum’at itu dan Jum’at yang lain.”

Abu Daud meriwayatkan dari Abu Sa’id –radhiyallahu ‘anhu-, dia berkata:

“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, mengenakan baju terbaiknya, dan mengenakan minyak wangi, jika ada. Kemudian menghadiri shalat Jum’at dan tidak melangkahi orang-orang. Setelah itu shalat semampunya lantas diam ketika imam keluar hingga selesai shalat. Maka itu semua adalah penghapus dosa antara Jum’at itu dan Jum’at sebelumnya.”

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika hari Jum’at tiba, maka pada tiap pintu-pintu masjid terdapat para Malaikat. Mereka mencatat orang-orang berdasarkan kedudukan mereka. Yang datang pertama mendapat kedudukan pertama. Jika imam duduk, maka mereka menutup lembar catatan dan masuk untuk mendengar dzikir (khutbah). Perumpamaan orang yang datang di awal waktu ibarat orang yang berkurban dengan unta. Setelah itu seperti orang yang berkurban dengan sapi. Kemudian seperti orang yang berkurban dengan domba. Lalu seperti orang yang berkurban dengan ayam. Berikutnya lagi seperti orang yang berkurban telur.”

Infografis Sunnah-Sunnah Hari Jum'at
Infografis Sunnah-Sunnah Hari Jum’at

Beberapa Dzikir Dan Do’a Yang Disunnahkan Pada Hari Jum’at

A) Memperbanyak shalawat dan salam atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan inilah amalan sunnah yang paling afdhal di hari Jum’at, berdasarkan hadits riwayat Abu Daud dengan sanad yang shahih, dari Aus bin Aus -radhiyallahu’anhu- dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

“Sesungguhnya seutama-utama hari kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan. Pada hari itu pula sangkakala (kedua) ditiup dan manusia dimatikan (tiupan sangkakala pertama), pada hari itu perbanyaklah mengucap shalawat atasku. Karena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami sampai kepada engkau, padahal jasad engkau telah rusak?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan bumi memakan (merusak) jasad para Nabi.” 

B) Membaca surat al-Kahfi, berdasarkan hadits Abu Sa’id al-Khudri -radhiyallahu’anhu- riwayat al-Hakim dan al-Baihaqi dengan sanad yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ النُّوْرُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ.

“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at, maka terdapat cahaya yang meneranginya di antara dua Jum’at.” 

C) Memperbanyak do’a sambil mengharap waktu yang mustajab, berdasarkan hadits Jabir -radhiyallahu’anhu- riwayat Abu Daud dengan sanad yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎يَوْمُ الْجُمُعَةِ اِثْنَتَـا عَشْرَةَ سَاعَةً، لاَ يُوْجَدُ فِيْهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ k شَيْئًا إِلاَّ اَتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوْهَا آخِرَ سَـاعَةٍ بَعْدَ صَلاَةِ الْعَصْرِ.

“Hari Jum’at terdiri dari dua belas waktu. Tidak ada seorang hamba muslim pun yang saat itu meminta pada Allah melainkan Allah mengabulkannya. Carilah ia (waktu yang mustajab) di akhir waktu tersebut, yaitu setelah shalat ‘Ashar.” 

Shalat Jum’at di Masjid Jami’

Hal ini berdasarkan hadits Aisyah -Radhiyallahu’anha- yang Muttafaqun alaihi dia berkata :

“Dulu pada hari Jum’at orang-orang berbondong-bondong dari rumah-rumah mereka dan dari Awali (daerah antara masjid Nabawi dan masjid Quba)”

Dari az-Zuhri -rahimahullah- sebagaimana riwayat al-Baihaqi dia berkata :

“Dahulu penduduk Dzul Hulaifah berkumpul bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  padahal jaraknya enam mil dari Madinah.”

Dari ‘Atha’ bin Abi Rabah -rahimahullah- riwayat al-Baihaqi dia berkata :

“Dahulu penduduk Mina menghadiri shalat Jum’at di Makkah.” 

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam at-Talkhish, “Tidak ada riwayat yang mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan seseorang mendirikan shalat Jum’at di beberapa masjid di Madinah. Tidak pula di desa-desa terdekat.”

Jika Hari Raya Bertepatan pada Hari Jum’at, maka Gugurlah Kewajiban Shalat Jum’at bagi yang Telah Melakukan Shalat ‘Ied

berdasarkan hadits Zaid bin Arqam -radhiyallahu’anhu- riwayat Ibnu Majah dengan sanad yang shahih, dia berkata :

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat ‘Ied kemudian memberi keringanan dalam shalat Jum’at. Beliau bersabda:

‎مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ.

“Barangsiapa ingin shalat, maka shalatlah.”

Disunnahkan agar imam mendirikan shalat Jum’at agar orang yang ingin melaksanakannya dan orang yang tidak shalat ‘Ied melaksanakannya, berdasarkan hadits Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu- riwayat Ibnu Majah dengan sanad yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎قَدِ اجْتَمَعَ فِـيْ يَوْمِكُمْ هذَا عِيْدَانِ، فَمَنْ شَـاءَ أَجْزَأَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ، وَإِنَّا مُجَمِّعُوْنَ.

“Pada hari ini telah berlangsung dua hari raya. Barangsiapa telah melakukan shalat ‘Ied, maka dia boleh meninggalkan shalat Jum’at. Namun, kami akan melakukan shalat Jum’at.”

Demikian beberapa adab shalat Jumat, semoga dengan mengamalkan adab tersebut kita bisa meraih pahala sebanyak-banyaknya di hari yang mulia dan berberkah tersebut.[]