Ilustrasi Ancaman Bagi Pemimpin Zalim

Artikel ini akan membahas terkait ancaman bagi pemimpin zalim yaitu siksa yang berkali-kali lipat dan laknat dari-Nya.

Menjadi pemimpin merupakan satu amanat yang agung. Di pundaknya tertumpuk sejumlah amanah-amanat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Oleh karena itu, balasan Allah bagi pemimpin-pemimpin yang adil adalah kenikmatan yang abadi di surga.  Mereka juga menjadi orang-orang yang berhak mendapat naungan dari Allah pada hari kiamat dimana tidak ada lagi naungan kecuali naungan dariNya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ada 7 golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari tidak ada lagi naungan melainkan naungan dariNya. Mereka adalah:

  • Pemimpin yang adil
  • Seorang pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah
  • Seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut pada masjid
  • Dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, mereka bertemu dan berpisah karenaNya
  • Laki-laki yang diajak oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu ia mengatakan sesungguhnya aku takut kepada Allah
  • Seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya dan
  • Seseorang yang mengingat Allah seorang diri hingga berderai air matanya.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Banyaknya amanat rakyat yang tertumpuk di pundak seorang pemimpin menjadi alasan begitu sulitnya menjadi seorang pemimpin. Sebab ia harus mempertanggungjawabkan seluruh amanat itu, mulai dari hal-hal yang besar hingga perkara-perkara yang dianggap kecil.

Ketika menjelaskan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam yang memeriksa pasukan dan burung-burungnya, Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata:

“Pada ayat ini terdapat dalil bahwa hendaklah seorang pemimpin meninjau dan memeriksa keadaan-keadaan rakyatnya serta menjaga mereka. Lihatlah burung Hudhud yang amat kecil tubuhnya, Nabi Sulaiman pun tidak luput darinya perihal kondisinya. Maka bagaimana dengan perkara-perkara yang lebih besar dari itu. Semoga Allah merahmati Umar, karena sesungguhnya dalam perjalanan kehidupannya dia pernah berkata: “Andainya saja seekor anak domba yang berada di tepi sungai Eufrat di makan oleh seekor serigala, sungguh Allah akan menanyakannya pada Umar”. (Tafsir al-Qurthubiy: 13/178)

Banyak orang-orang saleh zaman dahulu menolak ketika ditawarkan beberapa jabatan tinggi dan penting dalam pemerintahan kepada mereka. Mereka sangat takut menzalimi rakyatnya karena tidak mampu menjalankan kewajiban dan tidak pula mampu memenuhi hak-hak rakyatnya, ditambah lagi adanya janji Allah untuk mengazab pemimpin-pemimpin zalim dengan berlipat-lipat siksaan.

Azab Bagi Pemimpin Zalim

Sepantasnya seorang penguasa dan pemimpin haruslah selalu merasa takut kepada Allah atas semua keputusan-keputusannya. Sebab, keputusan mereka adalah aturan yang akan dijalankan oleh rakyatnya. Manakala ia memberikan keputusan yang sesat atau keputusan yang dapat menyengsarkan rakyatnya, maka ia telah berhak mendapat janji berupa siksa yang berkali-kali lipat dan laknat dariNya.

Allah Azza wajalla berfirman:

رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۠ ٦٧ 

Artinya:

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)”. (QS. Al-Ahzab: 67-68)

Allah Azza wajalla juga berfirman:

حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُواْ فِيهَا جَمِيعٗا قَالَتۡ أُخۡرَىٰهُمۡ لِأُولَىٰهُمۡ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَ‍َٔاتِهِمۡ عَذَابٗا ضِعۡفٗا مِّنَ ٱلنَّارِۖ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ ٣٨ 

Artinya:

“Sehingga apabila mereka masuk semuanya ke dalam neraka, berkatalah orang-orang yang masuk kemudian diantara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-A’raf: 38)

Untuk orang-orang yang zalim, Allah juga telah berjanji untuk memusnahkan mereka hingga ke akar-akarnya. Allah Azza wajalla berfirman:

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ ٤٤ فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْۚ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٥ 

Artinya:

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya.” (QS. Al-An’am: 44-45)

Terdapat banyak ancaman untuk orang-orang yang zalim di dalam al-Qur’an ataupun hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Semua ancaman itu juga berlaku bagi para pemimpin-pemimpin zalim. Wallahu a’lam bishawab.

Oleh: Muhammad Ode Wahyu, SH.