Ilustrasi Bacaan Doa Qunut

Dalam mazhab Syafi’i, membaca doa qunut disunnahkan pada rakaat kedua shalat subuh pada saat melaksanakan salah satu rukun shalat yaitu I’tidal dan setelah membaca “sami’allahu liman hamidah, rabbanâ lakalḥamdu“.

Bacaan doa qunut shalat sendiri dan saat berjamaah agak berbeda dari kata ganti yang digunakan.

Bacaan Doa Qunut untuk Shalat Sendiri

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Bacaan latin: Allahummah dinii fii man hadairs, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaits.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atasMu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.”

Imam disunahkan untuk membaca qunut dengan redaksi jamak (mengganti kata ganti orang pertama tunggal menjadi jamak) karena al-Baihaqi dalam hadis qunut yang diriwayatkannya menggunakan redaksi jamak. Hal ini ditujukan bagi imam.

Gambar seseorang yang sedang membaca doa qunut.
Gambar seseorang yang sedang membaca doa qunut. Sumber: Pixabay

Bacaan Qunut untuk Imam dan Makmum

اَللّٰهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ

Allahhummahdinaa fiiman hadait (dibaca oleh imam)

Aamiin (dibaca oleh makmum)

وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ

Wa’a finaa fiman ‘aafait (dibaca oleh imam)

Aamiin (dibaca oleh makmum)

وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْت

Wa tawallanana fiiman tawal-laiit (dibaca oleh imam)

Aamiin (dibaca oleh makmum)

وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ
Wa baarik lana fiimaa a’thait (dibaca oleh imam)

Aamiin (dibaca oleh makmum)

وَقِنَابِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ
Wa qinaa birahmatika syarra maa qadhait (dibaca oleh imam)

Aamiin (dibaca oleh makmum)

Sisanya mulai dari فَاِنَّكَ sampai selesai makmum baca sendiri.

Sunah Qunut

Menurut pendapat yang sahih dalam mazhab Syafi’i, disunahkan membaca selawat pada akhir qunut, mengangkat kedua tangan, tidak mengusapkan tangan ke wajah setelah selesai qunut, dan mengeraskan suara bagi imam, untuk meneladani sunah sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan lainnya.

Pendapat yang sahih menyebutkan bahwa makmum mengamini doa qunut imam dengan suara keras, seperti amin setelah selesai al-Fatihah, untuk meneladani sunah, sebagaimana hadis riwayat Abu Dawud dengan sanad hasan. Makmum mengucapkan pujian secara lirih atau diam saat imam sampai pada bacaan, “fainnaka taqdhi… dst” Sebab bagian tersebut berisi pujian. Adanya keselarasan antara doa imam dan makmun tentu lebih tepat. Atau makmum mengucapkan, asyhadu atau shodaqta wa bararta.

Apabila makmum tidak mendengar bacaan qunut imam, dia dianjurkan membaca qunut dengan suara lirih. Hal ini juga berlaku pada seluruh doa dan dzikir imam yang tidak terdengar oleh makmum. Dianjurkan membaca doa qunut (qunut nazilah) saat i’tidal dalam seluruh shalat fardhu sebab musibah yang menimpa kaum muslimin. Menurut pendapat yang masyhur, musibah ini tidak berlaku mutlak, seperti ketakutan, paceklik, bencana, hama wereng, dan sejenisnya, karena meneladani sunah. Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah membaca qunut nazilah selama sebulan, mendoakan bagi kebinasaan para pembunuh sahabat-sahabat beliau yang hafal al-Quran di Sumur Ma’unah. (HR. al-Bukhari dan Muslim). Ini diperkuat dengan hadis, “Shalatlah kalian seperti kalian melihatku shalat.”

Demikianlah artikel tentang bacaan doa qunut ini. Anda juga dapat membaca artikel tentang fiqh shalat untuk meningkatkan kualitas shalat Anda.