Islam adalah agama yang memiliki aturan yang sempurna dan menyeluruh. Semua hal diatur dalam Islam, mulai dari hal yang paling kecil sampai hal yang paling besar. Salah satu contoh aturan Islam yang saat ini sedang hangat dibicarakan adalah larangan memilih pemimpin kafir. Orang yang mengaku Islam tetapi mengatakan bahwa Islam tidak mengatur kaidah memilih pemimpin berarti sama saja ia mengatakan bahwa Islam tidak sempurna dan tidak menyeluruh.

Contoh lain yang menjukkan kesempurnaan Islam adalah adanya aturan tata cara makan. Nah, pada artikel ini akan dibahas tentang larangan bersandar saat makan dan bahayanya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah melarang ummatnya bersandar saat makan. Sebagaimana dalam suatu riwayat, Abu Juhaifah mengatakan, bahwa dia berada di dekat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian Rasulullah berkata kepada seseorang yang berada di dekat Beliau,

“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.” (HR. Bukhari)

Ternyata bersandar saat makan memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Posisi ini membuat keadaan lambung memelar atau mengembang dari ukuran normalnya. Nah, keadaan inilah membuat seseorang makan lebih banyak bahkan bisa sampai terlalu kenyang.

Orang kekenyangan biasanya lebih cepat mengantuk dan lebih memilih tidur daripada melakukan aktivitas lain. Padahal dalam dunia kesehatan, tidur sesaat setelah makan itu sangat dilarang karena hal ini mampu memicu timbulnya penyakit berbahaya seperti Diabetes Mellitus (DM), stroke, serangan jantung dan lain-lain.

Selain itu, kondisi lambung yang terisi banyak makanan akan memperberat kinerja sistem pencernaan. Tentunya energi serta oksigen yang ada di dalam tubuh akan terfokus untuk melakukan tugas berat ini selama beberapa waktu. Alhasil, asupan oksigen menuju otak pun semakin berkurang. Hal inilah yang menyebabkan fungsi otak semakin menurun.

Berbeda dengan makan dengan posisi sedikit membungkukkan badan ke arah depan. Posisi ini membuat lambung tertekan dengan sendirinya dan menormalkan ukuran lambung. Dengan begitu, seseorang akan merasa kenyang jauh lebih cepat sehingga bisa dipastikan jumlah makanan yang dikonsumsi pun tidak sebanyak ketika bersandar.

Larangan bersandar saat makan ini tentu saja bertujuan agar kita dapat menghindari makan secara berlebihan yang juga dilarang oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Selain itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda:

“Tidak ada wadah yang dipenuhi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah anak Adam mengkonsumsi beberapa suap makanan untuk menguatkan tulang rusuknya. Kalau memang tidak  ada jalan lain (memakan lebih banyak), maka berikan sepertiga untuk (tempat) makanan, sepertiga untuk (tempat) minuman dan sepertiga untuk (tempat) nafasnya.” (HR. Tirmizi, No. 2380, Ibnu Majah, No. 3349, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam kitab shahih Tirmizi, No. 1939)

Semoga kita dapat menghindari posisi bersandar setiap kali kita menyantap makan meskipun tingkat pelarangannya hanya sampai pada derajat makruh. Wallahu A’lam

Semoga bermanfaat []

Sumber : Majalah Sedekah Plus Edisi 41

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *