LAZISWahdah.com, Bangladesh — Pada awalnya lebih dari 700.000 pengungsi Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak militer Myanmar dan ekstrimis Buddha melancarkan tindakan keras kepada kelompok minoritas itu pada bulan Agustus tahun lalu. Hingga saat ini, sejak kejadian itu telah tercatat hampir satu jutaan orang pengungsi Rohingya berada di kamp-kamp pengungsian di Cox’s Baxar Bangladesh.

Anak-anak, orang tua, pria dan wanita, semuanya menghadapi kondisi sulit di kamp pengungsi yang dibangun dari lembaran plastik dan bamboo itu (shelter). Bangladesh pada umumnya, hampir setiap tahun dilanda angin topang dan beberapa hujan muson, menyebabkan retaknya beberapa struktur tanah akibat bertambahnya volume air hujan yang mengguyur pemukiman warga.

Beberapa pengungsi terpaksa harus diungsikan ke tempat yang lebih baik. Namun karena padatnya pengungsi yang tinggal disana membuat beberapa relawan kesulitan dalam mengevakuasi. Kondisi tanah yang becek dan berlubang mengakibatkan banyaknya genangan air. Hal tersebut bisa memperbesar resiko penularan penyakit kolera dan demam berdarah.

”Kondisi terkini menunjukkan bahwa angin muson tersebut benar-benar menjadikan kamp menjadi lautan lumpur. Beberapa anak sungai mulai meluap dan tanah longsor dimana-mana. Kita khawatir jika tak segera ditanggulangi semakin banyak shelter yang rusak parah sehingga pengungsi kehilangan tempat tinggalnya,” ucap ustadz Syandri, relawan LAZIS Wahdah untuk Bangladesh, via applikasi WhatssApp, Kamis (5/7).

LAZIS Wahdah akan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat Rohingya yang telah bertahun-tahun merasakan penindasan dan terusir dari negerinya sendiri.

Ayo, terus kirimkan doa dan donasi wujud Peduli Rohingya. Donasi Peduli Rohingya dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri , No Rekening: 799.900900.4 a/n LAZIS Wahdah Care, konfirmasi: 085315900900.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *