Ilustrasi Barbarossa

Di kalangan Eropa, Barbarossa dikenal sebagai bajak laut yang jahat dan bengis suka menjarah kapal-kapal yang lewat. Seperti yang dikisahkan dalam buku-buku fiksi yang mereka karang ataupun film yang mereka buat. Seperti dalam film “Pirates of The Carrribean”.

Barbarossa adalah sebutan orang-orang Eropa kepada dua pelaut dan pejuang muslim keturunan Turki pada abad ke-16, Khairuddin dan Aruj. Mereka disebut Barbarossa karena memiliki janggut berwarna merah. Dalam bahasa Italia Barbarossa berati berjanggut merah. Kedua Barbarossa bersaudara ini adalah pejuang muslim yang menguasai Laut Tengah (Mediterania) pada abad ke-16 M. 

Ada yang menyebutkan bahwa Barbarossa bersaudara lahir sebagai seorang Kristen lalu mendapat hidayah dan masuk Islam. Akan tetapi, ada pula yang menyebutkan bahwa mereka telah Islam sejak lahir, ayahnya bernama Ya’qub bin Yusuf, seorang pasukan penakluk Turki, sedangkan ibunya adalah perempuan berdarah Andalusia (Spanyol).

Aruj dan Khairuddin adalah musuh-musuh penjajah Eropa di Laut Tengah. Pasukan Italia dan Prancis selalu menderita kekalahan dalam peperangan di laut ketika berhadapan dengan pasukan yang dipimpin oleh Barbarossa bersaudara. Pada tahun 1510, penduduk muslim di Aljazair memanggil mereka berdua dan meminta bantuan kepada mereka untuk menyelamatkan saudara-saudara mereka di Andalusia yang tertindas sejak kejatuhan Granada tahun 1492.

Antara tahun 1504 sampai 1510 M, Aruj berhasil memindahkan ribuan orang Islam  di Andalusia ke Aljazair, Afrika Utara. Ia juga berhasil membebaskan daerah pesisir Aljazair, yakni Tilmisan dari pasukan Kristen Spanyol setelah itu ia mengumumkan diri sebagai penguasa di Aljazair. 

Aruj dan Khairuddin Barbarossa juga bersekutu dengan Sultan Salim I dari Turki Utsmani. Turki Utsmani (Ottoman Empire) waktu itu sedang dalam masa kejayaannya setelah penaklukkan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih pada tahun 1453. Penguasa-penguasa Kristen Eropa merasa segan kepada Turki Utsmani.

Dengan bersatunya dua kekuatan Barbarossa dan Sultan Salim I, maka angkatan laut Islam di Laut Tengah semakin kuat. Aruj dan Khairuddin biasa mengirimkan Sultan Salim barang-barang berharga dari hasil rampasan perang (ghanimah) yang mereka peroleh dari kapal-kapal pasukan Eropa. Sebagai balasannya, Sultan pun mengirimkan  kapal perang kepada mereka dilengkapi bahan logistik dan tentara.

Pasukan Spanyol tidak tinggal diam dengan pergerakan Aruj di Aljazair. Pada 1528, pasukan Spanyol berjumlah 15 ribu pasukan menyerang Tilmisan dan berhasil menembus wilayah Aljazair. Dalam penyerangan itu, Aruj disandera lalu dibunuh pada tahun 1528. Setelah kesyahidan Aruj, perjuangannya digantikan oleh saudaranya, Khairuddin.

Khairuddin Barbarossa 

Khairuddin Barbarossa menggantikan kepemimpinan sang kakak dan melanjutkan perjuangan melawan pasukan Eropa, terutama pasukan Salib Spanyol. Karena ia membutuhkan banyak pasukan untuk melawan Spanyol, maka Khairuddin pun meminta bantuan kepada Sultan Sulaiman Al-Qanuni, yang saat itu menggantikan Sultan Salim yang meninggal dunia. Sultan Sulaiman pun memberinya bantuan berupa pasukan dan persenjataan. Dengan bantuan itu, Khairuddin menuju Spanyol untuk menyelamatkan umat Islam di sana dari penindasan umat Kristen Spanyol.

Hasilnya, pada tahun 1529 M,  Khairuddin mampu melakukan apa yang pernah dilakukan oleh kakaknya, Aruj Barbarossa. Khairuddin mampu mengalahkan pasukan Spanyol serta sukses menyelamatkan sekitar 70 ribu umat Islam di Spanyol dan memindahkan mereka ke Aljazair dengan menggunakan armada 36 kapal dan diusung tujuh kali pemberangkatan. 

Kesuksesannya itu membuat Sultan Sulaiman bangga lalu memanggilnya untuk datang ke Istanbul. Sultan mengangkatnya sebagai komandan angkatan laut Turki Utsmani. Sejak itu, Khairuddin Barbarossa mengabdi kepada kekhalifahan Utsmani yang berpusat di Istanbul, Turki.

Melawan Aliansi Eropa

Keberhasilan Khairuddin mengalahkan pasukan Spanyol dan berhasil menyelamatkan puluhan ribu umat Islam dari sana, membuat Paus di Roma panik. Paus kemudian menyerukan agar Eropa bersatu melawan Khairuddin dan Turki Utsmani. Eropa pun menyatukan kekuatan. sebanyak 600 kapal perang berisi 60 ribu pasukan dipimpin oleh Andrea Doria (pemimpin pasukan Knight of Malta).

Pada tahun 1538, bertemulah dua pasukan di Laut Tengah, 600 kapal aliansi Eropa melawan 122 kapal pasukan Utsmani yang mengangkut 22 ribu pasukan. Jumlah yang sangat jauh perbedaannya. Namun, dengan izin Allah, pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Khairuddin Barbarossa berhasil memenangkan pertempuran itu dalam waktu kurang dari lima jam.

Panglima perang Eropa melarikan dari dari medan pertempuran sedangkan pasukan dan kapal mereka kocar kacir. Banyak korban berjatuhan dari pihak musuh. Kemenangan itu semakin memberikan dampak psikologis bagi orang-orang Eropa. Mereka semakin takut dengan kekuatan Turki Utsmani, terlebih ketika disebutkan nama Khairuddin Barbarossa.

Demikian artikel tentang Barbarossa sang Mujahid di Laut Mediterania. Baca artikel sejarah islam lainnya di sini. Semoga bermanfaat!