WIZ.or.id, Parigi – Dua pekan terbaring di Rumah Sakit karena sakit tetanus yang dideritanya, membuat Yusuf belum bisa kembali bekerja. Ia hanya bisa berdiam diri di rumah, sembari menunggu kondisi tubuhnya pulih kembali.

Yusuf seorang mualaf hindu yang sebelumnya bernama I Komang Widyana, saat ini hanya tinggal menumpang di rumah salah seorang warga yang berada di Kelurahan Bantaya Kec. Parigi, karena ia belum memiliki rumah sendiri.

Kisah hijrahnya berawal ketika ia mengikuti program transmigrasi ke kota Bungku pada tahun 1986, hingga hijrah ke kota Poso pada tahun 1997. Lama mengadu nasib di kota Poso, akhirnya ia memilih untuk bermukim di Kabupaten Parigi Moutong, tepatnya di Desa Namburu, Kec. Parigi Selatan pada tahun 2016.

Untuk menghidupi keluarganya ia bekerja sebagai buruh kebun dan kadang juga sebagai buruh gilingan padi. Pada mulanya ia adalah seorang Hindu yang taat. Selain menjalani kehidupan sehari-harinya mencari nafkah, ia tetap menyempatkan diri ke Pura untuk Sembahyang.

Yusuf bercerita, jarak antara Pura dan tempat tinggalnya tak begitu jauh. Jalan yang dilaluinya melewati beberapa Masjid yang ada di kampungnya. Inilah yang menjadi awal mula hidayah menyapanya. Setiap kali ke Pura untuk sembahyang, kerap kali dirinya merasa seolah-seolah dirinya hendak sholat di masjid.
Kejadian ini terus berulang selama kurang lebih 7 bulan lamanya, hingga dirinya merasa yakin dan mengutarakan keinginan kepada istrinya untuk memeluk Islam. Awalnya sang Istri menolak untuk diajak memeluk Islam, bahkan sampai marah kepadanya.

Kejadian ini membuat dirinya kembali ragu dengan keyakinannya. Hingga suatu malam Yusuf bermimpi berjalan dijalan yang menanjak, hampir setiap jalan yang dilaluinya selalu melihat masjid dan diakhir perjalanan beliau bertemu dengan seseorang yang mengajaknya masuk kedalam Masjid untuk diajari shalat.

Mimpi itulah yang membuat bapak tiga orang anak ini kembali yakin dan bertekad untuk memeluk agama Islam. Dengan dibantu oleh imam Masjid, Yusuf beserta keluarga memeluk Islam.

Perjuangannya dalam menggapai hidayahnya belum berakhir, cobaan demi cobaan silih berganti. Keadaan ekonomi yang tak menentu dengan bekerja hanya mengandalkan sebidang tanah kebun yang dikontraknya beberapa bulan lalu untuk menanam rica dan sayur-sayuran, kini harus terhenti sejenak menunggu kondisi tubuhnya pulih kembali. Namun ia tak pernah menyerah, ia yakin ini hanyalah ujian keimanan bagi dirinya beserta keluarga.

Ia hanya berharap agar dirinya cepat sembuh dan bisa kembali bekerja. Saat ditanya apa saja pekerjaan yang bisa dilakukan olehnya, Yusuf mengungkapkan, selain berkebun dirinya dapat melakukan berbagai pekerjaan, seperti sopir, bekerja bangunan hingga memiliki keahlian dibengkel las. Hanya saja beliau terkendala modal untuk memulai membuka usaha tersebut.

Sahabat Dermawan, Mari kita tumbuhkan dalam diri kita kewajiban untuk membayar zakat. Agar berkah zakat dapat dirasakan oleh orang-orang yang membutuhkan dan tentunya akan sangat bermanfaat untuk membantu orang-orang seperti pak Yusuf. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *