HAMBA ALLAH, BUKAN HAMBA RAMADHAN

Saudaraku Fillah,
Jika karena Ramadhan engkau ibadah,
Kini Ramadhan pergi menjauh.
Mungkin anda mengeluh,
Mendapati kekuatan ruhiyah melemah,
Shalat malam, puasa, tadarrus dan sedekah,
menjadi berat dan susah,
Lima waktu di masjid tak kuat melangkah,
Segeralah berbenah,
Sepertinya di hati ada masalah.

Jika anda gembira senyum sumringah,
Karena banyak hal akhirnya boleh,
Bukan karena merasa kembali fitrah,
Efeknya bisa lebih parah,

Pemuja hawa nafsu contohnya,
Merasa bebas merdeka,
Ramadhan seolah hidup penjara,
Segudang aktifitas syahwt kini jadi agenda,
Lupa kepada Allah yg Maha Kuasa,
Padahal kematian sebentar lagi menyapa,
Kelak hanya penyesalan yg tersisa,
Atas waktu yg berlalu sia-sia.

Ramadhan memang nikmat,
Ilmu terasa melekat,
Amal ibadah terasa kuat,
Persaudaraan menjadi hebat,
Rahmat Allah begitu dekat,
Pahala jadi berlipat,

Tapi Saudaraku fillah
Akhir Ramadhan bukan akhir Ibadah,
Ia titik tolak untuk melangkah,
Melawan musuh yg tak mau kalah,
Yang Terus menggoda pantang menyerah,

Anda harus tetap istiqamah,
Bila sejatinya anda perindu Jannah,
Bila karena Allah engkau ibadah.
Ia Kekal dan Selamanya tidak menjauh,
Rahmat-Nya pun begitu berlipah.
Kelak kematian membalut tubuh,
Di bibir kalimat tauhid tertoreh,
Kubur menjadi tempat bergairah,
Akhirat pintu surga terlihat indah,
Itulah sebesar-besarnya hadiah,

Dunia singkat dan sementara,
Akhirat abadi dan selamnya,
Dunia tempat beramal dan berkarya,
Bukan tempat berbangga-bangga,
Akhirat tempat balasan pahala dan dosa,
Bukan lagi untuk bekerja,
Tak ada arti harta n kemewahan dunia,
Dan tak ada arti sesalan di sana,
Bergembiralah anda,
Karena ruh masih bersemayam di jiwa,
Kematian belum menyapa,
Anda masih hidup di dunia,
Ingatlah selalu ayat ini di dada,

وتزودوا فإن خير الزاد التقوي.
“Berbekallah kalian sungguh sebaik-baik bekal adalah Taqwa” (QS. 2 : 197)

Akhukum Fillah,
Samsul Basri (SaBar)
Di kota Bogor.

@wahdahinspirasizakat www.wiz.or.id www.sedekahplus.com

 

Tinggalkan Balasan