Dalam melakukan berbagai hal, hendaknya kita harus memperhatikan bermanfaat atau tidaknya hal tersebut. Jangan sekedar ikut-ikutan atau asyik-asyikan. Sebab baik untuk orang lain belum tentu baik untuk kita.

Dan kadang hal yang mengasyikan justru akan merugikan kita. Misalnya, mengisi hari libur kerja dengan bercengkrama bersama keluarga di rumah akan lebih bermanfaat, daripada menghabiskan uang dengan mengunjungi berbagai tempat.

Atau berbicara seperlunya, bukan mendekati ghibah, membuat gaduh masyarakat. Menciderai pendengaran orang. Membuat yang lainnya tersinggung, dan merusak amal ibadah kita dengan berkata-kata tak baik.

Ingatlah pesan ini:
Jangan bercerita kepada temanmu sesuatu yang dapat membuatnya terluka dan juga tidak ada manfaatnya untuk ia ketahui.

Dan jangan pula engkau sembunyikan sesuatu yang bisa merugikannya jika ia tidak mengetahuinya. (Al Imam Ibnu Hazm Rahimahullah)

Tinggalkan Balasan