LAZISWahdah.com – Bayi ini bernama Denis, lahir pada hari Ahad (19/8) pukul 08:46 di Dusun Pedamekan, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Setelah lahir ibunya kemudian dijahit. Pukul 11.00 siang gempa dengan kekuatan 7 SR menghantam Lombok dan Sumbawa. Para bidan berlarian keluar meninggalkan ibunya yang baru saja melahirkan. Semuanya panik termasuk orangtuanya ikut berlarian sembari membawa infus yang masih menempel di tangannya.

Setelah dijahit, bidannya lupa memberi obat karena panik dengan gempa yang terjadi. Sehari setelahnya, ibu Denis mengalami pendarahan lalu dibawa lagi ke puskesmas untuk dirawat. Sekarang ibunya sudah mulai membaik hanya saja ia masih merasakan perih bekas jahitan. Alhamdulillah kondisi bayi hingga sekarang masih sehat.

Ada cerita sedih juga saat hendak dipulangkan ke rumah, pihak puskesmas sempat menahan ibu dan bayi karena harus membayar biaya pendarahan, biayanya sekitar 800 ribu rupiah. Namun karena tidak memiliki uang untuk membayar, orang-orang di dusunnya dan kepala dusun turun tangan dan meminta ke puskesmas agar ibu dan bayi itu segera dipulangkan.

Bukan hanya ibu Denis yang merasakan sulitnya bertahan hidup di kamp pengungsian sementara dirinya masih mengandung dan harus merawat seorang bayi tanpa persediaan yang cukup. Ada banyak yang relawan temukan di lapangan. Ibu-ibu hamil yang kekurangan gizi dan harus berjuang menahan sakitnya saat ia harus kontraksi apalagi jika bidan-bidan desa juga tidak ada. Alhamdulillah sejak mengetahui banyaknya ibu-ibu hamil yang mengalami kesulitan, tim volunteer LAZIS Wahdah menerjunkan beberapa bidan dan dokter dalam misi penyelamatan ibu hamil di lokasi terdampak bencana.

Lombok masih terluka. Masih menyisakan ribuan cerita duka yang terus terdengar setiap hari. Mari bersatu bantu Lombok dengan harta dan doa tulus dari kita. Donasi Peduli Gempa Lombok bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan konfirmasi transfer ke 085315900900. []

Tinggalkan Balasan