wiz.or,id, Toraja Utara – Tempat itu begitu terpencil. Jalan masuknya dibubuhi dengan bebatuan terjal. Sementara untuk penerangan warga masih mengandalkan genset yang dibiayai secara swadaya oleh masyarakat.

Kampung Mongsia Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara adalah salah satu perkampungan muslim di tanah Toraja. Daerah ini masih jarang di jamah oleh para dai. Selain karena akses jalan yang kurang baik, pengetahuan seputar keislaman warga juga masih sangat awam.

Dai Wahdah Islamiyah ustadz Sulistyo yang di tempatkan di kampung ini mengaku sangat bersyukur mendapatkan pengalaman berdakwah di wilayah minoritas seperti ini. Dari penuturannya, ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi kaum muslimin di tempat tersebut. Sebab mulai dari usia anak-anak hingga dewasa masih sangat lemah pengetahuannya, utamanya dari sisi bacaan al-Qur’an.

“Kondisi kaum muslimin di tempat ini sangat memprihatinkan sebagian besar banyak yang tidak tahu membaca Al-Quran. Di Masjid juga kadang tidak di tegakkan sholat jamaah,” terangnya, Rabu (22/5/2019).

Russa, imam masjid di kampung Mongsia mengatakan sangat bersyukur dengan hadirnya dai Wahdah Islamiyah di kampung merek.

“Masya Allah, baru kali ini ada dai dari luar yang mau datang dan tinggal di tempat kami,” ungkapnya.

Di kampung ini, ustadz Sulistyo mengajarkan al-Qur’an dan membina masyarakat sekitar. Bahkan, Russa menyebutkan, sangat sedikit warga yang mempunyai al-Qur’an. Sebagai imbasnya, dangkalnya pengetahuan masyarakat membuat beberapa diantaranya akhirnya murtad.

“Anak-anak saling mengantri. Sebab hanya beberapa al-Qur’an saja yang kami punya,” kata Russa.

Sahabat Dermawan, momentum Ramadhan tahun ini, mari berderma untuk saudara-saudara kita di pelosok negeri. Khususnya bagi wilayah-wilayah minoritas muslim yang sangat membutuhkan al-Qur’an.

Komitmen LAZIS Wahdah dalam mendistribusikan al-Qur’an hadir dalam program Tebar Al-Qur’an Nusantara. Mari dukung program tersebut agar manfaat al-Qur’an bisa dirasakan oleh saudara-saudara kita yang lainnya

Tinggalkan Balasan