RAMADHAN PERTAMA, JAUH DARI KELUARGA DEMI TUGAS DI NTT
Terpisah dari keluarga. Menjalani Ramadhan pertama tahun ini di tempat yang berbeda, bukan menjadi sesuatu hal yang biasa bagi Ridwan Umar. Diakuinya ini berat, apatah lagi, anaknya yang masih sangat kecil, belum genap satu tahun terpaksa ditinggalkan untuk sementara waktu demi tugas di Nusa Tenggara Timur.
Ia berangkat ke NTT menjalankan beberapa program kemanusiaan. Berat, itu pasti. Sebab tak ada jaminan, ia akan mudah melalui serangkaian dampak dari bencana yang hampir meluluhlantakkan beberapa Kabupaten di NTT
Ridwan mengawali karir sebagai amil, pada tahun 2018 lalu. Saat bulan September, terjadi gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Sigi dan Donggala. Sejak hari itu, militansi keamilannya mulai menampakkan hasil yang lebih baik.
Didapuk sebagai tim program, dengan spesialisasi kebencanaan, dakwah dan pendidikan, Ridwan sudah menjelajahi beberapa wilayah di Indonesia. Gempa di Selat Sunda, sampai ke Maluku bagian timur Indonesia
Sahabat Inspirasi, amil adalah pekerjaan mulia. Mungkin tak banyak yang tahu, jika pekerjaan ini benar-benar menguras tenaga dan juga air mata
Titip salam untuk saudara NTT, yuk kirimkan doa terbaikmu untuk kak Ridwan di sana!

Tinggalkan Balasan