Mandi Junub
LAZISWahdah.com 
– Pertanyaan : Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Ustadz, saya dari grup WA BII 41 ingin bertanya , Mengenai apakah sah puasa seseorang apabila mandi janabanya dilakukan saat/setelah subuh?
Dan bagaimana hukumnya orang yang bermimpi basah disiang hari saat puasa namun tidak bersegera mandi janabah?
Jazakallahu khairan

Jawaban :
Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuhu…
Bila seseorang mandi janabah setelah masuk waktu subuh maka puasanya tetap sah, hal ini pernah dilakukan oleh Nabi shallallahi’alaihi wasallam sendiri, sebagaimana dalam kisah Ummul-mukmini Aisyah radhiyallahu’anha ;
أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يدركه الفجر وهو جنب من أهله ثم يغتسل ويصوم
Artinya: “Bahwasanya Nabi shallallahu’alaihi wasallam telah mendapati waktu fajar sedangkan beliau masih junub karena berhubungan dengan istrinya, lalu beliaupun mandi (setelah masuk waktu subuh) dan melanjutkan puasanya”. (HR Bukhari ; 1926 dan Muslim ; 1109).

Adapun mimpi basah disiang hari Ramadhan maka sama sekali tidak membatalkan puasa karena hal itu terjadi diluar kehendaknya, puasanya tetap sah baik mandi wajibnya dipercepat ataupun ditunda, hanya saja seorang muslim harusnya mempercepat mandi janabah agar ia selalu suci dalam menjalankan ibadah puasa ini.
Wallaahu a’lam.

✏Dijawab oleh Ustad Maulana La Eda, Lc. Hafizhahullah
(Mahasiswa S2 Jurusan Ilmu Hadis, Universitas Islam Madinah)
?Grup WA Belajar Islam Intensif?

Tinggalkan Balasan