LAZISWahdah.com, Morowali Utara — Menurut beberapa literatur sejarah yang ada, suku Wana yang berada di Kabupaten Morowali Utara dikatakan sebagai suku pertama yang mendiami pulau Sulawesi. Mereka dalam kesehariannya hidup dengan cara nomaden. Berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Membuka lahan dan tatanan masyarakat adat yang bertahan hingga sekarang. Biasanya, mereka sekeluarga tidur dengan menaruh kaki di dekat perapian. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka masih menjalani kehidupan seperti suku kuno. Mereka hidup dengan berladang dan berburu. Peralatan mereka pun sebagian besar masih terbuat dari kayu dan bambu. Seiring dengan berkembangnya zaman, masyarakat Wana pun sangat bergantung pada daerah-daerah pesisir sebagai jaringan perdagangan mereka. Sebab, di sana ada sumber sandang, garam, atau alat-alat logam, dan lain-lain.

”Mayoritas mereka masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme hingga kami berinisatif membangun jaringan dakwah ke daerah tersebut tahun 2016 lalu,” ungkap Ustadz Munawir, Kamis (8/3).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Morowali Utara ini menyebutkan, setelah dilakukan pengislaman di Desa Winangabino Kecamatan Mamosalato Kabupaten Morowali Utara, masyarakat suku Wana yang telah menjadi muallaf ditawarkan untuk dibina.

”Alhamdulillah yang ikut waktu itu 3 orang akhwat dan 4 orang Ikhwa dan bertambah terus tiap tahunnya. Kami bina mereka dengan pembinaan yang intensif dengan harapan agar mereka bisa tetap istiqomah dalam menapaki jalan Islam. Selain orang tua banyak diantara anak-anak suku Wana yang sekarang jadi hafizh Al-Qur’an,” tambahnya.

Mari dukung program Tebar Dai Nusantara Wahdah Islamiyah melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 497 900 9009 a.n LAZIS Wahdah Sedekah dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Semoga ketulusan kita bisa menjadi pemberat timbangan amal kita di akhirat nanti, Insya Allah. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *