Dahulukan Agamanya

Kita hidup di zaman ketika tubuh dan paras menjadi perayaan. Operasi plastik menjadi keajaiban. Semua menyembah pada produk yang dibuat-buat. Skincare semakin mahal, para ayah semakin terdesak, oleh kebutuhan cantik istrinya semakin bertambah. Meskipun tetap diakui, hal itu tetap menjadi kewajiban, namun bagaimana jika sudah di luar nalar? Atau di luar batas kemampuannya?

Cantik, bisa diatur. Dengan perawatan, ataupun dengan fitur instagram. Berhias dan memperelok diri tidak terlarang. Bahkan, dalam dunia pasutri, itu sesuatu yang dianjurkan. Namun, sekadar dalam batas yang syariat perkenankan. Bukan sebagai tujuan utama, sampai-sampai melalaikan tugas utamanya di rumah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memasukkan paras sebagai salah satu pertimbangan kita memilih pasangan. Namun, soal itu tidak beliau utamakan. Rasul memberi garis bawah pada kualitas agama calon pasangan.

Kata Rasul, “Nikahilah perempuan karena empat hal: hartanya, nasabnya, parasnya, dan agamanya. Condonglah pada soal agama. (Jika tidak demikian) tanganmu akan berdebu.” (HR. Bukhari Muslim). Ulama jelaskan, jika pertimbangan kita memilih pasangan keluar dari empat hal tersebut, kita akan kerepotan.

Pertimbangkan cantiknya
Namun ingat nomorsatukan agamanya

Yuk gabung di grup WhatsApp Sahabat Inspirasi

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening