CUKUP, TAK USAH LAGI
Ingin rasanya tukar posisi dengan dia yang sudah diberi hati tapi tidak tahu bagiamana caranya menghargai. Rasanya ingin aku yang tidak peduli lalu dia yang tersakiti
Bukan ingin dendam hanya saja siapa tahu ia bisa menyadari bahwa sikapnya harus dirubah dan jangan pernah menyakiti seseorang yang peduli kepadanya. Acuh tak acuh pada dia yang meluangkan banyak waktu di sepanjang hayatnya
Terkadang aku merasa salah menjadi orang yang baik dan tulus karena aku selalu disakiti dan dikecewakan. Terkadang pula aku merasa menjadi manusia super kepo dengan urusan orang lain, kendati yang diberi perhatian kadang tak kunjung menanggapi
Namun rasa itu hanya sementara saja mungkin karena bentuk rasa kecewaku yang tidak pernah dihargai olehnya. Biarlah seperti ini yang kurasa. Sebab, aku yakin Allah akan memberiku berjuta-juta semangat dalam senyap. Dia yang akan melindungiku saat hatiku disakiti, saat jiwaku dirobek oleh penghianatan, sementara aku di bumi masih tetap setia menengadah sebakda sujud di waktu-waktu malam
Tolong ajari aku menghilang tanpa kabar, maka akan ku ajari menunggu dengan sabar. Sabar dalam menanti, bersungguh-sungguh dalam arti memberi. Semoga hati yang kian patah, serpihannya menjadi penyemangat jiwa di pagi ini
Ini pelajaran, bahwa berharap pada manusia, tak ada artinya, jika harapan itu tak bertumbuh pada keridhoan Allah Subhanahu wa ta’ala, jangan patah lagi yah sob
………….
“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (QS. Yusuf : 86)
@wahdahinspirasizakat
www.wiz.or.id