TAK KALAH DENGAN YANG KURANG
Mana kala rezeki kita keluarkan haknya, maka disitulah Allah akan berkahi segala harta perniagaan kita. Yang dicari memang harta, tapi tak sampai disitu. Muslim yang mulia, adalah ia yang tahu mana hakikat dari harta
Harta yang bisa jadi sumber investasinya dimasa mendatang. Yang akan mendatangkan kemuliaan, yang akan menolongnya saat tak ada lagi yang bisa menolongnya
Apakah sedekah hanya diperintahkan bagi mereka yang berlebih? Ternyata tidak kawan! Justru sedekah ini, adalah ujian bagi mereka yang berlebih, dan mereka yang merasa sempit. Kedua-duanya
Terkisah, saat jelang perang tabuk, Nabi ﷺ mengumpulkan para sahabatnya. Mereka semua berinfak, termasuk para dhuafa saat itu. Ada yang datang dengan seember kurmanya, segenggam bahkan sebutir, bahkan ada yang menangisi diri—lantaran tak disempatkan untuk bersedekah
Lalu? Siapa kita dibandingkan para sahabat ini. Mereka adalah orang-orang pilihan, generasi terbaik di ummat ini. Ternyata mereka pun saling berlomba dalam kebaikan. Tak peduli, kondisinya sekarang. Tak peduli, ia berlebih atau pun sempit. Bukan banyaknya, tapi bagaimana hatinya berniat
Dari Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol. Jawab beliau, “Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (HR. An Nasai no. 2526. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
@wahdahinspirasizakat www.wiz.or.id www.sedekahplus.com