PANTANG BERDAGANG DENGAN CARA HARAM, AKU PILIH TEKUNI PROFESI JADI NELAYAN
“Kalau kita meninggalkan keburukan, Allah pasti bantu kita, sesulit apapun persoalan yang kita hadapi” (Supartin – Nelayan)
—
Nama saya Supartin, akrab dipanggil Midun oleh warga sekitar. Saya tinggal di Desa Toga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi moutong.
Awalnya saya bekerja sebagai penjual ikan keliling. Setiap hari saya membeli ikan di sebuah kapal ikan, kemudian saya menjualnya keliling. Sehari saya bisa mendapatkan hasil sebesar 700.000, hasil yang lumayan menjanjikan untuk menghidupi istri dan ketiga anak saya.
Namun ketika saya hijrah, dan belajar islam. Saya menemukan seperti ada yang janggal dalam pekerjaan saya. Ketika saya membeli ikan, saya menemukan adanya kecurangan dalam proses jual beli, ikan yang dijual ternyata diperoleh dari hasil curian.
Sejak saat itu saya berhenti. Saya memutuskan untuk fokus jadi nelayan. Dengan modal seadanya, saya membeli perahu dan mesin bekas.
Namun sampai disini saya menemukan banyak kendala. Karena mesin bekas yang saya beli terlalu kecil, tidak sebanding dengan kapasitas perahu yang besar. Terkadang mesinnya mati di tengah laut, jalannya lambat dan tidak bisa dipakai pergi jauh mencari ikan. Sehingga hasil yang saya dapatkan tidak maksimal.
Dalam kondisi seperti ini, terkadang saya mengeluh, dan memohon “ya Allah kapan saya bisa mengganti mesin yang lebih besar. Mudahkanlah ya Allah”.
Siang itu, tepatnya hari selasa (28/09/2021) saya dikejutkan dengan kedatangan relawan LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Gerai Parigi. Mereka mengantarkan satu set mesin perahu yang berkapasitas lebih besar dan sebuah tenda untuk saya berteduh.
Alhamdulillah, trimakasih ya Allah. Engkau mendengarkan doa saya.
Sahabat, itu adalah sepenggal cerita dari Penerima Manfaat Program Berkah Mandiri, program pemberdayaan dari LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat. Semua dapat terwujud berkat Zakat, Infaq dan Sedekah dari sahabat.