Ada kebiasaan kurang baik yang suka dipraktikkan orang tua dalam keluarga. Sadar atau tidak, kadang kita selalu menjatuhkan marwah pasangan kita dihadapan anak-anak
“Gimana sih ayahmu tuh, sudah siang gini maaasih aja molor. Kerja kek…!”
Atau, “Ibumu bener-bener gak bisa diandalkan. Ngurus rumah saja gak becus!”
Mencurhatkan kekurangan pasangan di hadapan anak adalah sebuah kesalahan fatal. Sebab, itu berpotensi merusak rasa hormat anak pada orang tua. Ketika anak mengetahui kekurangan orang tuanya, maka jelas hal itu akan merusak pandangan anak dan kehormatan anak kepada ibu bapaknya
Padahal, ta’dzim (rasa hormat) anak dan kepatuhan mereka pada orang tua adalah modal penting dalam pendidikan anak. Allah isyaratkan soal ini lewat kisah Luqman saat menanamkan tauhid dan adab pada putranya (lih. QS. Luqman: 14-19).
Islam sangat memuliakan sosok ibu. Rasul juga mendorong para suami berbuat baik kepada istri. Sebab, merekalah sesungguhnya peletak fondasi pendidikan generasi. Namun ayah juga punya peranan vital. Tidak bisa disamakan peranananya dengan sosok ibu, pada intinya dua-duanya memiliki keutamaan tersendiri, wallahu a’lam. []