Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal. Tetapi bangkit kembali setiap kali kita terjatuh. Bangkit untuk kembali berdiri, lalu berjalan untuk kemudian berlari menuju kesuksesan
Tak ada yang pernah berhasil tanpa melewati jurang kegagalan. Mereka yang bertaruh pada hidup, menepikan segala kesenangan sementara, menemui luka penuh hambatan, berdarah-darah, banjir tangisan air mata—perjuangan demi menemukan asa dan cita
Para sahabat Nabi ﷺ menemui luka itu pada fase dakwah di kota Makkah, dan menuai keberhasilannya di awal-awal safari dakwah kota Madinah
Bersabar adalah kuncinya. Karena perjuangan tanpa didasari dengan sifat sabar hanya akan membuat kita lelah dan akan semakin lelah
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al Hadid: 22-23)