Al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi berkata,
“Ketahuilah! Sesungguhnya bukanlah berakhlak baik kepada istri itu(sekedar) dengan cara menahan diri dari menyakitinya. Bahkan dengan cara bersabar atas ganguan darinya, bersabar dari kecerobohan dan kemarahannya. Hal ini dilakukan dalam rangka mencontoh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.”
(Mukhtashar Minhaj al-Qashidin 1/79)
Tidak semua manusia bisa mendapatkan apa yang ia impikan secara sempurna. Termasuk istri, karena yang namanya manusia jelas pasti punya kekurangan. Hanya saja yang membedakan, adalah bagaimana penyikapan kita terhadap kekurangan pasangan
Syaikh Abu Muhammad berkata,
“Aku adalah orang yang telah diberikan oleh Allah berbagai macam nikmat berupa kesehatan badan, ilmu, dan dikaruniakan kepadaku budak-budak. Mungkin sikap jelek istriku adalah hukuman Allah atas kekurangan agamaku. Aku hanya takut jika ia kuceraikan akan turun ujian kepadaku lebih berat dari itu.” (Ahkam Al-Qur’an, 1:487)
Dari penjelasan Syaikh Ibnu Abu Zaid menunjukkan bahwa kadang cobaan suami itu pada istrinya adalah karena kekurangan agama atau memang cobaan untuknya, moga dapat menghapus dosa-dosa.
Wallahu ta’alam a’lam bis shawab
Sebagian penjelasan dinukil dari Rumaysho.com