Cahaya Dakwah dari Ujung Utara Sulawesi


Mengintip Perjuangan Ustaz Rafid Hasan, S.H. (Alumni STIBA Makassar) di Gorontalo Utara

Di sebuah sudut tenang di Gorontalo Utara—jauh dari hiruk-pikuk kota besar—berdiri seorang da’i muda dengan semangat yang tak kalah besar dari luasnya samudra Sulawesi. Namanya Ustaz Rafid Hasan. Ia tidak datang dengan gemerlap fasilitas, tapi membawa cahaya: cahaya ilmu, cahaya akhlak, dan cahaya Al-Qur’an.

Setiap harinya, Ustaz Rafid membersamai anak-anak desa belajar huruf demi huruf kalamullah. Tak ada bangku nyaman, tak ada papan tulis digital. Hanya lantai seadanya, mushaf di tangan, dan mata-mata kecil yang menyala penuh semangat. Di ruang sederhana itu, ayat demi ayat dilantunkan, menggetarkan hati, menumbuhkan cinta kepada Tuhan.

Bukan hanya anak-anak. Saat malam tiba dan adzan Isya menggema, para orang tua dan pemuda datang menyambung semangat. Mereka berkumpul dalam halaqah, menyimak pelajaran dengan hati yang terbuka. Tak ada perbedaan usia dalam majelis ilmu—semua datang sebagai murid, semua pulang membawa bekal kebaikan.

Dan ketika hari Jumat datang, Ustaz Rafid naik ke mimbar. Dengan suara tenang tapi dalam, khutbahnya mengajak kembali kepada Allah. Ia bicara tentang tauhid, tentang hidup yang penuh makna, tentang pentingnya menjaga hati agar tetap dekat dengan Yang Maha Menghidupkan. Tak ada gimmick, hanya pesan tulus dari hati yang ingin menyentuh hati.

Ia juga rutin mengisi pengajian umum di masjid besar desa. Latar mihrab yang megah menjadi saksi bagaimana nasihat-nasihatnya menyentuh banyak kalangan: ibu rumah tangga, pemuda, hingga tokoh masyarakat. Dakwahnya bukan sekadar menyampaikan, tapi juga menjawab—menjawab keresahan, kegelisahan, dan harapan umat.

Dakwah, bagi Ustaz Rafid, bukan sekadar aktivitas mingguan. Itu adalah bagian dari hidup, napas harian, dan bentuk cinta kepada umat. Ia hadir bukan hanya dengan lisan, tapi juga dengan pelukan sabar, senyum tulus, dan langkah yang tak lelah.

Semoga kisah ini menjadi suluh bagi kita semua—dan inspirasi bagi para da’i muda yang mungkin sedang bertanya: “Dari mana aku mulai?” Jawabannya: dari tempatmu berdiri. Seperti Ustaz Rafid yang tak menunggu panggung, tapi menciptakan cahaya di mana ia diutus.

Mari doakan dan dukung perjuangan seperti ini. Karena di balik setiap huruf yang diajarkan, ada masa depan yang sedang dibentuk. Dan di pelosok-pelosok negeri seperti Gorontalo Utara, peradaban Qur’ani sedang tumbuh—dalam senyap, tapi penuh makna.

Luaskan manfaat sedekah Anda!

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening