10 Adab dalam Jual Beli

Jual-beli merupakan sarana untuk memiliki sesuatu dan tentu dalam operasionalnya terdapat adab-adab yang harus untuk diperhatikan, antara lain:

Tidak Menjual Sesuatu yang Haram

Tidak boleh menjual sesuatu yang haram seperti khamar, majalah porno, narkoba dll. Hasil penjualan barang-barang ini hukumnya haram dan kotor.

Tidak Melakukan Sistem Perdagangan Terlarang

Misalnya menjual sesuatu yang tidak ia miliki, berdasarkan sabda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- 

‎لاَ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

Artinya:

”Jangan engkau menjual sesuatu yang tidak engkau miliki” (HR. Ahmad)

Atau menjual sesuatu yang tidak jelas, seperti ikan dalam air, burung di udara, buah-buahan yang belum jelas hasilnya.

Tidak Terlalu Banyak Mengambil Untung

Hendaklah mengambil untung secara wajar-wajar saja, kasihanilah orang lain dan jangan hanya berambisi mengumpulkan harta saja, orang yang tidak mengasihani orang lain tidak berhak untuk dikasihani.

Tidak Membiasakan Bersumpah ketika Menjual Dagangan

Janganlah bersumpah untuk sekedar melariskan dagangan atau menutupi kekurangan/cacat dari barang dagangannya tersebut. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

‎إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِى الْبَيـــْعِ فَـــإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ  

Artinya:

“Janganlah kalian banyak bersumpah ketika berdagang sebab cara seperti itu melariskan dagangan lalu menghilangkan keberkahannya.” (HR. Muslim)

Juga termasuk di dalamnya adalah sumpah palsu; seperti ucapan: “Demi Allah, aku membelinya dengan harga sekian.” Atau “Demi Allah aku Cuma mengambil untung sekian.” dlsb. 

Dalam sebuah hadis Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

‎ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُوْلُ اللهِ ص ثَلاَثَ مِرَارٍ قَالَ أَبُوْ ذَرٍّ خَابُوْا وَخَسِرُوْا مَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : أَلْمُسْبِلُ وَالْمَنَانُ وَالْمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ 

Artinya

“tidak akan dilihat oleh Allah, tidak akan dibersihkan Allah dan untuk mereka siksa yang sangat pedih: Seorang yang menjulurkan pakaian hingga melewati mata kaki, orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikan yang telah ia lakukan, dan orang yang menjual barang dagangannya disertai dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim)

Tidak Berbohong Ketika Berdagang

Misalnya menjual barang yang ada cacatnya dan hal itu tidak diberitahukan kepada si pembeli.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda kepada pedagang yang menyembuyikan makanan yang basah, beliau berkata:”Mengapa engkau tidak meletakkannya di bagian atas agar orang-orang dapat melihatnya. Barangsiapa yang melakukan penipuan, maka ia tidak termasuk golongannku,” (HR. Muslim)

Penjual Tidak Boleh Mengurangi Timbangan

Pedagang harus jujur dalam menimbang dan tidak boleh mengurangi timbangan tersebut, sebagaimana ia suka jika barang yang ia beli diberikan dengan sempurna, maka ia pun wajib memberikan/memenuhi hak-hak orang lain. Allah Ta’ala berfirman: 

 وَيۡلٌ۬ لِّلۡمُطَفِّفِينَ ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسۡتَوۡفُونَ وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ يُخۡسِرُونَ

Artinya:

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang , [yaitu] orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (Q.S. Al-Muthaffifiin: 1-3)

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Timbanglah dan lebihkan.” (HR. Ahmad)

Pemaaf, Mempermudah, dan Lemah Lembut dalam Berjual Beli

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

‎اَدْخَلَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَ بَائِعًا وَ قَاضِيًا وَ مُقْتَضِيًا اْلجَنَّةَ

Artinya:

“Allah memasukkan ke dalam surga orang yang mudah dalam membeli, menjual, melunasi dan ketika meminta haknya.” (HR. Ahmad)

Beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam- juga bersabda: 

‎ رَحِمَ اللهُ رَجُلاً سَمْحًا اِذَا بَاعَ، وَاِذَا اشْتَرَى وَاِذَا اقْتَضَى 

Artinya:

“Semoga Allah merahmati orang yang pemurah ketika menjual, membeli, dan menuntut haknya.” (HR. Muslim)

Menjauhkan Sebab-Sebab Munculnya Permusuhan dan Dendam

Misalnya membeli barang yang telah dibeli saudaranya, seperti jual beli jenis najasy dan lain-lain yang diharamkan dalam syari’at Islam. Perdagangan najasy ialah seseorang datang seolah-olah ingin membeli sebuah barang dan iapun menawar barang tersebut. Setelah itu ada yang meninggikan tawaran untuk barang itu agar dilihat oleh calon pembeli sehingga kemudian ia membeli dengan harga yang tinggi di atas harga pasaran.

Penjual dan Pembeli Boleh Menentukan Pilihan Selama Mereka Belum Berpisah kecuali Jual Beli Khiyaar

Apabila penjual dan pembeli sudah sepakat untuk barang tertentu dan mereka berpisah di tempat penjualan, maka barang tersebut tidak boleh dikembalikan, kecuali jual beli khiyaar, yakni jual beli yang menetapkan saling rela sebagai syarat sempurnanya jual beli (jika salah seorang ada yang tidak rela, boleh membtalkan jual belinya walaupun sudah berpisah dari tempat penjualan). Atau setelah berpisah diketahui salah seorang dari mereka ada yang merasa dibohongi.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

‎ اَلْبَيّعَانِ بِاْلخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا. فَاِنْ صَدَقَا وَ بَيَّنَا بُوْرِكَ لَهُمَا فِيْ بَيْعِهِمَا. وَ اِنْ كَذَبَا وَ كَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا 

Artinya:

“Jual beli masih diberi pilihan (untuk meneruskan atau membatalkan) selama mereka belum berpisah. Apabila mereka berdua jujur dan memperjelas jual belinya, maka jual beli mereka akan diberkahi. Namun, apabila mereka berdua menyembunyikan sesuatu dalam jual belinya dan berbohong, maka keberkahan tersebut dihapuskan.” (Muttafaqun alaih)

Tidak Boleh menimbun atau memonopoli Barang Dagangan Tertentu

Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang perbuatan ini dan bersabda:

‎لاَ يَحْتَكِرُ إِلاَّ خَاطِئٌ

Artinya:

“Tidaklah seseorang menimbun barang, melainkan pelaku maksiat.” (HR. Muslim)

Dengan berprinsip pada 10 adab jual-beli ini, Insya Allah usaha kita adalah usaha yang halal dan mendapat keberkahan.

Demikianlah artikel tentang adab dalam jual beli ini. Anda juga dapat membaca artikel lainnya terkait adab dan akhlak.

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening