Wiz.or.id, Makassar — Faisal, seorang pemuda 25 tahun asal Sinjai Selatan, adalah salah satu dai yang gigih menyebarkan cahaya Islam di tengah masyarakat. Berbekal ilmu dari STIBA Makassar, Faisal diutus oleh Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) pada tahun 2024 untuk menjalankan tugas dakwahnya. Perjuangan ini tentu bukanlah hal yang mudah, apalagi dengan latar belakang keluarga sederhana dan beratnya beban tanggung jawab.
“Orang tua kami adalah pahlawan bagi kami. Mereka membesarkan 15 anak, dan perjuangan mereka tak mudah. Meski mereka telah tiada, semangat mereka terus membara dalam diri saya,” ungkap Faisal dengan mata berkaca-kaca saat mengenang keluarganya, Jumat (18/10/2024).
Dengan pendidikan agama yang ia peroleh di STIBA Makassar, Faisal kini melanjutkan perjuangan dakwah yang pernah dimulai oleh kakak-kakaknya dan pamannya, Ustadz Umar Shaleh. “Mereka adalah inspirasi saya,” tambahnya.
Namun, jalan dakwah tidak selalu mulus. Faisal pernah mengalami pengalaman pahit ketika ia diminta turun dari mimbar saat sedang berkhutbah dalam masa KKN-nya. “Waktu itu saya sedang menyampaikan khutbah di salah satu masjid, dan tiba-tiba diminta turun. Itu salah satu momen yang paling menyakitkan, tapi juga menjadi pelajaran besar bagi saya,” ceritanya.
Dalam menghadapi berbagai tantangan, Faisal tak menyerah. Ia percaya bahwa metode dakwah perlu disesuaikan dengan karakter masyarakat yang ia hadapi. “Sasaran dakwah kita berbeda-beda. Ada yang mudah menerima, ada juga yang sulit. Kita harus beradaptasi dan menyampaikan pesan dengan cara yang mereka pahami,” jelas Faisal.
Di tengah kesulitan ini, dukungan dari keluarganya, terutama sang istri, menjadi pilar penting bagi Faisal. “Alhamdulillah, istri dan keluarga selalu mendukung. Tanpa mereka, mungkin saya tidak bisa berada di sini menjalankan dakwah,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Sebagai seorang dai muda, Faisal juga berpesan kepada generasi muda agar tidak hanya berfokus pada mimbar sebagai satu-satunya sarana dakwah. “Jadikan profesi apa pun yang kita jalani sebagai ladang dakwah. Medan dakwah ini terjal, dan kita perlu banyak persiapan agar tidak tergelincir,” nasihatnya.
Di era modern yang penuh tantangan, Faisal berpesan agar umat Islam selalu menjaga rasa “muroqobatullah”, perasaan bahwa Allah selalu mengawasi. Semangat dakwah yang Faisal tunjukkan adalah sebuah panggilan bagi kita semua untuk mendukung dan mendorong dai-dai seperti dirinya yang berjuang di garis depan, menyebarkan kebaikan dan cahaya Islam. Dukungan kita, baik secara moril maupun materiil, adalah bekal yang mereka butuhkan dalam menerangi jalan umat. []
Luaskan manfaat sedekah Anda!