Di Tengah Kelangkaan Ekstrem Gaza Utara, Dapur Tenda Pengungsi Kembali Mengepul Berkat Sayur Segar dari Indonesia

Wiz.or.id, Gaza Utara— Di balik gulungan debu dan barisan tenda yang berdiri rapi di kamp pengungsi Gaza Utara, ada aroma hangat yang belakangan ini amat jarang tercium: aroma tumisan sayur segar dari dalam tenda.

Di tengah blokade ketat yang membuat harga bahan pangan melonjak tak masuk akal, masuknya sekeranjang sayuran hijau kerap dianggap sebagai kemewahan yang mustahil. Namun, secercah asa itu hadir kembali bagi 150 keluarga atau sekitar 1.050 jiwa pengungsi di Gaza Utara melalui kolaborasi kemanusiaan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), KITA Palestina, dan Foundation for Friendship and Civilizational Studies (YPSP).

Angle yang jarang disadari banyak pihak dalam krisis Gaza adalah bagaimana bantuan sayur segar kerap menjadi barang “termewah” dibanding bantuan pangan olahan kering. Pasokan air raksa dan makanan kaleng sering kali mendominasi bantuan, namun menghadirkan serat dan nutrisi segar langsung ke dapur tenda pengungsi memiliki dampak psikologis yang jauh berbeda. Pasokan ini tak sekadar mengenyangkan, tetapi mengembalikan martabat ibu-ibu pengungsi untuk kembali bisa memasak makanan sehat bagi anak-anak mereka.

Direktur Utama Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), Syahruddin, menegaskan bahwa pilihan menyalurkan paket sayuran segar ini didasari atas analisis kebutuhan riil warga di lapangan yang kian terdesak.

“Kami tidak ingin sekadar mengirimkan bantuan yang asal sampai, tetapi bantuan yang benar-benar memulihkan martabat dan kesehatan mereka. Ketika seorang ibu di Gaza bisa kembali menyalakan kompor dan memotong sayuran segar untuk anak-anaknya di dalam tenda, di situlah rasa tenang dan kehangatan keluarga kembali hadir di tengah kepungan perang,” ujar Syahruddin.

Ia juga menambahkan bahwa blokade pendudukan yang terus membatasi barang masuk tidak boleh mematahkan semangat kepedulian masyarakat Indonesia. “Setiap lembar daun dan biji sayur yang sampai ke Gaza Utara adalah bukti bahwa rakyat Indonesia tidak pernah berpaling dari perjuangan mereka,” tegasnya.

Perwakilan YPSP di lapangan, Syekh Ahed, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi kepedulian dari Indonesia. Menurutnya, inisiatif WIZ dan KITA Palestina ini benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar yang sangat kritis di Gaza Utara, mengingat larangan masuknya barang pokok telah merampas penghasilan dan akses nutrisi sebagian besar warga.

Meski paket sayuran ini berhasil menghadirkan senyum di 150 tenda, kondisi kemanusiaan di Gaza Utara secara umum masih berada di ambang krisis hebat. Kebutuhan mendesak lainnya seperti air bersih, makanan siap santap, pakaian, tenda hunian, hingga perlengkapan sanitasi dan kebersihan diri masih sangat minim. Bantuan berkelanjutan dari masyarakat internasional kini menjadi satu-satunya tumpuan hidup bagi ribuan keluarga yang bertahan di tengah keterbatasan.

Luaskan manfaat sedekah Anda!

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening