Jika kita mencintai orang lain karena Allah, maka mustahil kita akan duduk tenang tatkala melihat mereka berbuat dosa.

Contohnya saja anak yang tidak mau salat lima waktu. Salat subuh misalnya. Jika kita memang benar-benar mencintai anak kita, maka paksalah dia bangun untuk salat. Jangan lantaran alasan tidak tega, membuat kita malah mendiamkannya.

Mencintai seseorang karena Allah, artinya kita ingin bersama-sama tinggal dan hidup di surga. Jaga mereka dengan iman dan takwa. Jaga keluarga kita dari siksa api neraka.

Sufyan Ats Saury Rahimahullah mengatakan “Jika engkau mengaku mencintai seseorang karena Allah, lalu ketika dia melakukan sebuah dosa engkau tidak marah kepadanya, maka hakekatnya engkau tidak mencintainya karena Allah.”

(Hilyatul Auliya’ Jilid halaman 34)