wiz.or.id, Makassar – Penderitaan rakyat Palestina akibat agresi Israel terus berlanjut. Tak mengenal anak-anak, orang tua, maupun wanita, semua menjadi korban dalam serangan dan bom-bom Zionis. Di tengah kondisi memprihatinkan ini, suara-suara pembelaan terhadap Palestina terus menggema, termasuk dari Indonesia.
Di berbagai kota di Eropa, mahasiswa dari Universitas Harvard, Oxford, dan lainnya turun ke jalan menyuarakan dukungan untuk Palestina. Sebagai negara yang pernah merasakan pahitnya penjajahan, Indonesia memahami betul luka yang diderita rakyat Palestina.
Lebih dari sekadar bertahan hidup, rakyat Palestina berjuang untuk keluarga dan komunitas mereka. Menghadapi kelaparan dan kekurangan obat-obatan, mereka tak henti-hentinya mengupayakan secercah harapan.
Komite Solidaritas (KITA) Palestina bersama Wahdah Inspirasi Zakat terus aktif mengedukasi masyarakat tentang situasi di Gaza, salah satunya melalui aksi di Car Free Day (CFD) Kota Makassar. Di sana, mereka menggalang dana dan membagikan stiker untuk meningkatkan kepedulian terhadap Palestina.
“CFD ini dimulai pukul 06.00 pagi dengan orasi tentang kondisi terkini Palestina, pembagian stiker, dan penggalangan dana,” jelas Zulkarnain dari KITA Palestina di acara CFD Boulevard Makassar, Ahad (26/5/2024).
Berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dari DEMA STIBA Makassar, turut bergabung dalam aksi solidaritas ini. Wahdah Inspirasi Zakat dan KITA Palestina juga telah mengirimkan bantuan seperti mendirikan dapur umum, pakaian anak-anak, buah-buahan, pembinaan tahfidz anak-anak Gaza, daging qurban, dan obat-obatan.
Zulkarnain berharap aksi ini dapat menginspirasi daerah lain untuk mengadakan kegiatan serupa. Antusiasme masyarakat Makassar terlihat jelas dalam aksi ini, baik dalam dukungan moril maupun materi. Teriakan “Free Palestine” menggema saat tim CFD Bela Palestina melakukan pawai, dan banyak yang berfoto dengan atribut-atribut Palestina.
Memasuki hari ke-234 agresi Israel, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa jumlah korban jiwa mencapai 35.984 orang dan 80.643 orang terluka sejak 7 Oktober 2023. Serangan brutal ini tak hanya merenggut nyawa dan melukai, tapi juga menghancurkan rumah-rumah dan memicu kelaparan serta kekurangan obat-obatan.
Bantuan dari Indonesia, sekecil apapun, diharapkan dapat meringankan penderitaan rakyat Palestina. Mari kita terus dukung perjuangan mereka hingga Palestina merdeka.
Luaskan manfaat sedekah Anda!