Genggam Tangannya

Kenangan indah itu penting. Sebab, ia dapat menyemai cinta. Dalam firman-Nya, Allah Ta’ala mengingatkan, “Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandung dan menyapihnya hingga tiga puluh bulan lamanya.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Setelah menyebutkan perintah berbakti pada orang tua, Allah meminta kita mengenang pengorbanannya. Memengenang kesakitannya, mengenang kebaikannya. Mengenang sisi perjuangannya yang tak mudah. Lelah semakin bertambah-tambahn.

Maka demikian pula sang Rasul ﷺ telah menyabdakan, berbakti kepada ibu sebanyak tiga kali, lalu ayah. Kenapa? Karena perjuangan ibu, yang paling berat, bertaruh nyawa, bertaruh apapun.

Jika ingin lebih menghayati bagaimana pengorbanan seorang ibu, usahakan dampingi istri saat menjalani proses persalinan anak-anak kita. Genggam tangannya. Tatap lekat-lekat wajahnya. Rasakan setiap deru nafasnya. Letihnya. Air matanya yang membulir, bulu matanya yang kian kisut menahan rasa sakit.

Kelak, ketika ada godaan setan yang ingin merusak hubungan dengan istri kita, aduk kembali kenangan saat berada dalam ruang persalinan bersamanya. Perempuan yang mungkin mulai tampak membosankan dan tua, dulu pernah bertauruh untuk besarnya anak keturunan kita.

Kenanglah itu semua. Semoga ia dapat menyemai kembali cinta. Menepis godaan yang jika dituruti bisa jadi justru menghancurkan hidup kita. Telah berfirman Allah Ta’ala, “Pergaulilah mereka dengan baik. Jika kamu tidak menyukai mereka (bersabarlah), bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal Allah jadikan kebaikan yang banyak padanya.” (QS. An-Nisa: 19)

Tinggalkan komentar

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening