Parenting (keayahbundaan) yang akhir ini marak didiskusikan, sebenarnya berbicara tentang peradaban. Melahirkan sebuah generasi, berawal bagaimana menapak jejak kegemilangan pencetak generasi terbaik. Jelas muaranya, membina keluarga berbasis al-Quran, sunnah, pelita para ulama. Demikian tercetus di sebuah Seminar Parenting Qurani.
Beragam potret keluarga dalam al-Quran digambarkan. Dari nabi hingga manusia biasa. Sudah saatnya, kita berlari kembali kepada al-Quran dan sunnah nabi. Panduan abadi dan tak akan rusak oleh apapun zaman yang dilaluinya. Walau dengan karakter keluarga yang berbeda-beda, kisah-kisah tersebut menjadi pelajaran dan keteladanan bagi keluarga kita.
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, sesosok ayah hebat. Istimewa karena tidak saja melahirkan orang shalih, tetapi melahirkan dua nabi sekaligus; Ismail dan Ishaq. Dari keduanya, lahir para nabi berikutnya. Subhanallah…
Dikutip dalam handout Seminar Parenting Qurani, “keberhasilan Ibrahim dalam melahirkan dua muara kemuliaan itu, ditebarkan kisahnya dalam sekian banyak surah dalam al-Quran. Bahkan ada satu surah sendiri yang bernama surah Ibrahim. Sebegitu pentingnya untuk mendapatkan perhatian setiap keluarga muslim.”
Sebuah gambaran elok dalam membina rumah tangga. Sebab lantunan doa Ibrahim yang banyak tersurat dalam al-Quran mengandung pelajaran sangat agung bagi konsep pendidikan keluarga. Hingga potret keluarga Rasulullah Muhammad juga diabadikan dalam al-Quran. Uniknya, jika nabi Ibrahim dominan sebagai kepala keluarga, Rasulullah Muhammad justru digambarkan sebaliknya, dari pihak keluarga beliau; pihak wanita. Merekalah ummahatul mu’minin (istri-istri beliau). Pelajaran apa dibalik semua ini? Itulah pentingnya kita menelusuri ayat per ayat dalam al-Quran untuk meraih panduan bagi keluarga kita.
Kalaulah Imran adalah tokoh di masyarakatnya, bahkan seorang imam besar. Lain pula dengan Luqman yang hanya masyarakat biasa. Bukan pemimpin, melainkan seorang penggembala kambing miskin yang tersingkirkan, lengkap dengan penampilan yang tidak dilirik sama sekali. Tetapi Allah muliakan dalam al-Quran. Imran dan Luqman adalah keluarga manusia biasa yang istimewa. Mereka bukan sembarang ayah. Nasihat Luqman saja, Allah memilihnya dari sekian banyak nasihat para ayah di muka bumi ini.
Begitu pula dengan Imran. Dari 114 surah dalam al-Quran, hanya satu surah yang namanya mengandung kata: keluarga; Ali Imran (keluarga Imran). Beliau bukanlah nabi, tapi kita diajar fokus belajar dari keluarga ini. Sebab sebuah keluarga yang utuh keberhasilannya. Pasangan, anak hingga cucu. Bagaimana caranya? Mari menelusuri kata per kata dalam untaian ayatnya![]
Oleh: Maryam Ilda