Kisah Pilu Ade Raisal di Makassar: Lumpuh Akibat Saraf Terjepit, Bertahan Hidup dari Upah Buruh Cuci Rp25 Ribu

Wiz.or.id, Makassar – Di sebuah sudut Kota Makassar, masa muda Ade Raisal (20) harus terenggut oleh takdir yang memilukan. Alih-alih menghabiskan waktu dengan produktif, pemuda ini hanya bisa terbaring kaku di atas kasur tipisnya. Saraf terjepit yang dideritanya bertahun-tahun kini telah melumpuhkan raganya.

Kisah perjuangan Ade Raisal mencuat saat tim relawan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) menyambangi kediamannya dalam program Santunan Dhuafa, Sabtu (02/05/2026). Di sana, aroma pengobatan tradisional dan harapan yang nyaris padam menyambut kedatangan para relawan.

Rianti, ibunda Ade, mengisahkan bagaimana awal mula penyakit itu menyerang. Awalnya, keluhan tersebut hanya dianggap sebagai gangguan saraf biasa. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi Ade kian memburuk hingga ia kehilangan kemampuan untuk sekadar duduk.

“Berbagai cara sudah kami lakukan, dari terapi peregangan sampai pengobatan seadanya di rumah. Sekarang kami coba terapi ikan untuk melancarkan peredaran darahnya, tapi kondisinya masih sangat memprihatinkan,” tutur Rianti dengan nada suara yang bergetar.

Penyakit kronis yang diderita Ade ibarat jatuh tertimpa tangga bagi keluarga ini. Di tengah biaya pengobatan yang terus membengkak, kondisi ekonomi keluarga Rianti berada di titik nadir.

Setiap harinya, Rianti harus memeras keringat sebagai buruh cuci panggilan. Penghasilannya jauh dari kata layak. Jika ada tetangga yang menggunakan jasanya, ia hanya membawa pulang upah sekitar Rp25.000. Sementara itu, sang suami hanya bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah harian yang tidak menentu.

“Kadang ada kerjaan, kadang tidak. Uang segitu harus dibagi untuk makan dan perawatan Ade,” tambahnya lirih.

Kehadiran WIZ Makassar memberikan sedikit napas lega bagi keluarga Rianti. Penyaluran santunan ini menjadi jembatan harapan bagi Ade Raisal untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak ke depannya.

Perwakilan WIZ Makassar menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian nyata untuk masyarakat yang terpinggirkan. “Kami tidak ingin keluarga Ibu Rianti merasa berjuang sendirian. Santunan ini adalah titipan dari para donatur yang peduli terhadap kesembuhan ananda Ade,” ujar salah satu relawan.

Kini, doa dan dukungan terus mengalir bagi kesembuhan Ade Raisal. Bagi keluarga kecil ini, setiap rupiah bantuan bukan sekadar angka, melainkan semangat untuk terus melihat Ade kembali duduk dan menatap masa depan yang sempat hilang. []

Luaskan manfaat sedekah Anda!

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening