Manusia terbaik adalah yang mengisi waktu-waktunya dengan amalan yang mengantarkan kepada kebaikan dunia dan akhiratnya.
Orang yang banyak kebaikannya, setiap kali dipanjangkan umurnya maka akan banyak pahalanya dan dilipatgandakan derajatnya.
Maka bertambahnya umur akan bertambah pula pahala dan amalannya.
Begitu juga sebaliknya
Dalam hadits Abu Bakrah radhiyallahuanhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya. Dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang panjang umurnya dan jelek amalannya.”
[HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan al-Hakim dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah 1/624]
Al Imam Ibnul Qayyim rahimahulLah berkata, “Barangsiapa yang waktu umurnya tidak diniatkan untuk Allah dan mengingat Allah, maka kematian itu lebih baik baginya daripada hidup”