Wiz.or.id, Tapanuli Selatan — Di bawah langit pagi Dusun Sitinjjak yang tenang, sebuah langkah besar untuk masa depan syiar Islam di Desa Aek Ngadol mulai dipijakkan. Sabtu, 7 Februari 2026, tim Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama mahasiswa KKN Kemanusiaan IAI STIBA Makassar melakukan asesmen tanah wakaf yang diproyeksikan menjadi Masjid dan Pusat Pembelajaran Islam.
Bukan sekadar pengukuran lahan, kegiatan ini merupakan jembatan harapan bagi warga setempat. Tanah seluas 200 meter persegi itu merupakan pemberian tulus dari Bapak Firman Panggabean dan keluarga. Pertemuan yang berlangsung hangat di atas lahan tersebut menjadi saksi dimulainya mimpi besar: menghadirkan tempat sujud sekaligus ruang belajar bagi generasi penerus di pelosok Tapanuli Selatan.
“Kami melakukan peninjauan langsung mulai dari batas fisik lahan, kontur tanah, hingga aksesibilitas air dan listrik,” lapor Ananda Deri, reporter di lokasi. Tim memastikan setiap detail, mulai dari drainase hingga potensi kendala lapangan, diperiksa secara saksama agar pembangunan Masjid, TPA, hingga perpustakaan kecil nantinya dapat berjalan sesuai syariat dan aturan hukum yang berlaku.
Sisi emosional menyeruak saat Bapak Firman Panggabean menyampaikan harapannya di hadapan para relawan. Bagi beliau, wakaf ini adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta dan investasi akhirat bagi keluarganya. “Kami berharap besar pembangunan masjid ini segera terwujud. Bukan hanya sebagai tempat salat, tapi sebagai pusat pembelajaran Islam yang menjadi ladang amal jariah dan bermanfaat luas bagi warga Desa Aek Ngadol,” ungkap Pak Firman penuh haru.
Kehadiran mahasiswa KKN STIBA Makassar dan WIZ di Tapanuli Selatan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi kemanusiaan mampu menembus batas geografis. Pusat Pembelajaran Islam yang akan dibangun ini diharapkan menjadi mercusuar ilmu, membina karakter pemuda desa, dan mempererat ukhuwah di Dusun Sitinjjak.
Luaskan manfaat sedekah Anda!