Menebar Cahaya di Balik Jeruji, Saat 50 Mushaf Al-Qur’an Menjadi Kawan Setia Warga Binaan Lapas Parigi Menjelang Ramadan

Wiz.or.id, Parigi Moutong — Di Jalan Kuda Laut, Desa Olaya, berdiri sebuah gedung dengan pagar tinggi yang kaku dan penjagaan yang ketat. Itulah Lapas Kelas III Parigi. Namun, pada Jumat siang itu (13/2/2026), dinginnya jeruji besi seolah meluruh oleh hangatnya silaturahmi. Sebanyak 50 mushaf Al-Qur’an baru tiba di sana, membawa misi sederhana namun mendalam. Membasuh jiwa-jiwa yang sedang rindu akan ketenangan.

Jamorianto, Ketua WIZ Cabang Parigi, datang membawa amanah itu dengan senyum tulus. Kedatangannya disambut hangat oleh Fentje Mamirahi, Kepala Lapas Parigi. Di hadapan lebih dari 300 warga binaan, suasana mendadak khidmat. Ada pemandangan yang menyentuh hati di sana, di tempat yang ruang geraknya sangat terbatas, mereka justru sedang giat-giatnya mencari “kemerdekaan” batin melalui ayat-ayat suci yang dipelajari setiap hari.

Selama enam bulan terakhir, para penghuni Lapas ini akrab dengan metode Dirosa. Mereka mulai mengeja huruf demi huruf, dibimbing dengan sabar oleh para dai Wahdah Islamiyah. Banyak yang dulunya buta aksara Al-Qur’an, kini mulai lancar melantunkan kalam Ilahi. Kendalanya hanya satu: jumlah mushaf di masjid Lapas sangat terbatas, sementara dahaga mereka untuk mengaji sedang di puncak-puncaknya.

“Banyak yang sudah masuk tahap pembelajaran Al-Qur’an. Kami hadir untuk melengkapi apa yang kurang,” ujar Jamorianto dengan nada rendah yang menenangkan.

Baginya, setiap lembar mushaf yang dibagikan adalah investasi langit, apalagi bulan suci Ramadan sudah mengetuk pintu—waktu di mana setiap huruf yang dibaca akan menjadi pelipur lara dan pahala yang berlipat ganda.

Bagi warga binaan, 50 mushaf baru itu ibarat oase di tengah gurun. Di balik tembok tinggi, mereka ingin “pulang” kepada Tuhan dengan cara yang paling indah. Al-Qur’an itu bukan lagi sekadar buku; ia telah menjadi kawan bicara di tengah sunyi, kompas di tengah penyesalan, dan cahaya kecil yang perlahan menembus gelapnya masa lalu. []

Lapas Parigi kini memiliki warna baru menyambut bulan suci. Bukan lagi warna kesuraman, melainkan warna semangat perbaikan diri. Tim WIZ pun pulang dengan satu keyakinan yang membekas: bahwa hidayah bisa tumbuh subur di mana saja, bahkan di balik tembok penjara yang paling tinggi sekalipun. []

Luaskan manfaat sedekah Anda!

Home
Donasi
Hitung Zakat
Rekening