Wiz.or.id, Mbay, NTT – Akses jalan yang ekstrem tak surutkan langkah Relawan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Tim relawan harus menembus medan berat, menyeberangi sungai dalam, hingga melintasi pegunungan demi menjangkau sekitar 70 Kepala Keluarga (KK) yang terisolir di salah satu kampung di Desa Natakupe.
Perjalanan yang memakan waktu sekitar 45 menit dari Posko Utama WIZ di Masjid Agung Baiturrahman Mbay ini menyimpang cerita perjuangan. Selain medan yang menantang dan nihilnya jembatan penyeberangan, wilayah tersebut juga terkendala jaringan komunikasi yang amat terbatas.
Kondisi warga kian memprihatinkan pascabencana yang mengakibatkan sedikitnya 20 unit rumah warga mengalami kerusakan berat hingga ringan. Bahkan, akibat krisis fasilitas infrastruktur, seorang ibu hamil di kampung tersebut dilaporkan harus bertaruh nyawa menyeberangi derasnya sungai demi mendapatkan akses pelayanan kesehatan di Puskesmas terdekat.
“Membayangkan seorang ibu hamil harus menyeberangi sungai dan menempuh perjalanan sulit hanya untuk berobat tentu sangat menyentuh hati. Bagi mereka, perjalanan ke Puskesmas adalah sebuah perjuangan hidup dan mati,” ujar Relawan WIZ, Ahmad bin Suardi, Senin (31/8/2026).
Melihat kondisi serba terbatas tersebut, tim WIZ bergerak cepat menyalurkan bantuan langsung ke lokasi. Meski risiko keselamatan mengintai di sepanjang jalan, para relawan berkomitmen hadir untuk memastikan warga di pedalaman Natakupe tidak merasa berjuang sendirian.
“Bagi saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah yang sulit dijangkau, hadirnya bantuan bukan sekadar tentang apa yang diberikan, tetapi menjadi pesan moral bahwa mereka tidak dilupakan,” pungkas Ahmad.
Luaskan manfaat sedekah Anda!