LAZIS Wahdah - Mustamin, Keterbatasan Fisik Tak Menjadi Penghalang Untuk Menghafal al-Qur’an

LAZISWahdah.com – Setiap manusia pasti berkeinginan memiliki penampilan fisik yang sempurna. Beragam cara dilakukannya agar terlihat indah dipandangan orang lain. Ada yang rutin ke salon tiap bulan, dan ada juga yang sering melatih ototnya agar tetap terlihat perfect walau usianya telah menua. Di lain sisi, terkadang banyak orang yang canggung dan terlihat tidak pede berjalan dihadapan orang banyak karena kekurangan yang ada pada dirinya. Misalnya saja cacat yang sedari kecil telah lama ia derita. Bahkan, na’udzubillah, ada diantara mereka yang mengatakan Allah tidak berlaku adil pada mereka yang memiliki kekurangan dari sisi fisik.

Namanya Pak Mustamin, usianya sudah 35 tahun. Malam itu, ditengah derasnya hujan, ia tetap bersemangat melangkahkan kedua kakinya yang pincang menuju Masjid Babussalam yang terletak di daerah Kassi, Antang, Kota Makassar. Tertatih-tatih beliau melangkah, dan bukan hanya pincang saja, badannya sudah tidak tegak sebagaimana manusia pada umumnya. Namun semangatnya dalam mengikuti program Tahfizh Weekend yang dilaksanakan oleh LAZIS Wahdah, membuatnya tak mengeluh.

”Pada awalnya saya ragu untuk ikut program ini. Namun pada saat pembukaan gelombang kedua, hati saya mengatakan kalau saya harus ikut. Menghafalkan al-Qur’an agar Allah meridhai hidup saya. Dan tentunya dengan hafalan ini saya ingin ajak keluarga saya masuk surga bersama-sama,” ucapnya.

Pak Mustamin adalah seorang wiraswasta yang bekerja di sebuah pabrik kayu di sekitar Antang. Ketika ditanya tentang penghasilannya, beliau malah tersenyum dan mengatakan, walaupun pas-pasan tetapi saya tetap bersyukur kepada Allah ta’ala. Meski memiliki kekurangan secara fisik, namun beliau tidak menyalahkan takdir. Beliau tetap berusaha agar tetap hidup layak sesuai dengan ajaran Islam. Bukan hanya itu saja, kecintaannya kepada al-Qur’an membuatnya memilih untuk menjadi guru mengaji di sebuah TK/TPA dekat rumahnya.

”Saya senang melihat anak-anak bisa mengaji karena itulah yang akan menjadi saksi bahwa selama hidup saya di dunia ini, saya telah melakukan usaha dalam memperbaiki generasi muda sejak dini,” tambahnya.

Dalam menghafal, terkadang beliau harus memilih waktu yang baik seperti subuh atau disela-sela istirahatnya dalam bekerja. Setiap ada kesempatan untuk muroja’ah maka pasti beliau akan melakukannya.

Mari dukung program Tahfizh Weekend LAZIS Wahdah dengan cara mendonasikan sebagian harta kita melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 497 900 9009 a.n LAZIS Wahdah Sedekah dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Semoga, dengan niat-niat yang baik untuk membantu sesama, Allah akan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Aamiin []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *